sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mahfud MD: Belum ada kaitan pelaku bom Makassar dengan penangkapan terduga teroris

Pemerintah memohon permakluman masyarakat jika aparat penegak hukum harus berhati-hati menetapkan jaringan pelaku.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Minggu, 28 Mar 2021 19:35 WIB
Mahfud MD: Belum ada kaitan pelaku bom Makassar dengan penangkapan terduga teroris

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menyampaikan, pemerintah hingga saat ini belum mengaitkan pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, ke penangkapan anggota teroris sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, pihak keamanan menangkap sebanyak 19 terduga teroris di Makassar.

"Belum mengarah ke sana. Jadi belum dikaitkan ke penangkapan lain sebelumnya. Sekarang kami baru membuka dulu jaringannya siapa, pelakunya siapa, baru nanti dianalisis," kata Mahfud dalam konferensi pers, Minggu (28/3).

Mahfud melanjutkan, atas kejadian ini, pemerintah mengutuk keras tindakan bom bunuh diri tersebut. Menurutnya, pemerintah juga telah memerintahkan aparat penegak hukum dan aparat lain yang terkait tugas pemberantasan terorisme, untuk mencari dan mengejar pihak-pihak yang mengetahui, berhubungan, atau menjadi bagian dari pelaku kelompok tersebut.

Dia menerangkan, pemerintah memohon permakluman masyarakat jika aparat penegak hukum harus berhati-hati menetapkan jaringan pelaku. Pasalnya, penanganan terorisme tersebut menurutnya harus benar-benar berhati-hati.

"Jadi masyarakat tidak usah terburu-buru, kok belum diumumkan, ditangkap, diungkap jaringannya. Karena aparat tidak boleh sembarangan menangkap dan mengumumkan pelaku," tuturnya.

Kehati-hatian aparat tersebut menjadi penting, karena menurut Mahfud yang bersangkutan dan keluarga bisa menjadi korban isolasi masyarakat, sehingga aparat tidak bisa asal tangkap.

Lebih lanjut, Mahfud menyebut, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar sebagai musuh kemanusiaan. Dia menilai, apabila pelaku pengeboman mengatasnamakan tindakannya sebagai pejuang agama tertentu, maka orang tersebut telah beragama secara salah.

Sponsored

"Apa yang terjadi ini dan dilakukan oleh orang yang belum kami umumkan identitasnya, bukanlah merupakan bagian dari perjuangan agama dan tidak mewakili agama apapun. Ini betul-betul teror, ini adalah musuh kemanusiaan," ucapnya.

Berita Lainnya