sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Belum seorang pun jadi tersangka tambang liar Lebak

Kapolda Banten mengklaim, pihaknya telah mengantongi identitas empat calon tersangka.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Selasa, 18 Feb 2020 16:13 WIB
Belum seorang pun jadi tersangka tambang liar Lebak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 123503
Dirawat 38539
Meninggal 5658
Sembuh 79306

Lebih dari sebulan Satuan Tugas Penambangan Emas Tanpa Izin (Satgas PETI) bekerja. Namun, hingga kini belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolda Banten, Irjen Agung Sabar Santoso, mengklaim, pihaknya telah mengantongi empat nama calon tersangka. Mereka merupakan pemilik lubang tambang di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

"Ditetapkan tersangka kapan? Nanti," ucap dia saat dikonfirmasi, Selasa (18/2). Keempat calon tersangka, adalah Entus, Suhaemi, Jalaludin, dan Toharudin.

Lokasi tambang berada di sejumlah titik. Seperti Kampung Cikomara, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong; dan Kampung Hamberang, Desa Luhur Jaya, serta Kampung Tajur, Desa Mekarsari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. 

Agung menambahkan, hingga kini Satgas PETI masih memburu hingga penyandang dana. "Kita akan terus mengejar sampai yang (pemodal PETI di Lebak)," katanya.

Polri membentuk Satgas PETI menyusul terjadinya banjir dan longsor di Lebak, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), pada awal 2020. Pembentukannya sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hingga kini, tim telah menutup 36 liang tambang liar dan menyita barang bukti dari lokasi. Juga memeriksa sejumlah saksi dari ahli, pekerja tambang, dan pengawas.

"Korps Bhayangkara" menduga, para pemilik modal telah kabur ke Jabar. Lantaran takada di lokasi saat penutupan lubang tambang ilegal.

Sponsored
Berita Lainnya