sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Benarkah pasien Covid-19 meninggal tularkan virus?

Virus bisa hidup dengan cara menumpang pada sel manusia.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Jumat, 27 Mar 2020 07:19 WIB
Benarkah pasien Covid-19 meninggal tularkan virus?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Pasien yang meninggal dunia dengan status positif Covid-19 tidak akan menularkan penyakitnya kepada orang lain. Pasalnya, setiap virus hanya bisa hidup dengan cara menumpang pada sel manusia.

"Maka, ketika pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia, virus yang ada di dalam tubuhnya ikut mati," kata Koordinator Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (26/3).

Namun, sambung Joni, terhadap pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia, terdapat pedoman khusus atau prosedur tetap (protap) untuk menanganinya, yaitu jenazah dimasukkan kantong plastik.

"Harus dimasukkan ke kantong plastik karena tidak boleh ada cairan keluar dari tubuh pasien Covid-19 yang meninggal dunia," ucap Direktur Utama RSUD dr Soetomo itu.

Pakar kesehatan ini memastikan plastik yang membungkus jenazah pasien juga telah disemprot disinfektan, setelah itu menurut pedoman tersebut diantar ke tempat peristirahatannya terakhir menggunakan ambulan.

"Sebenarnya, kalau pedoman ini dijalankan tidak ada masalah bagi orang lain, seperti keluarga atau para tetangganya turut mengantar ke pemakaman," jelasnya.

Pedoman penanganan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia ini, kata dia, telah disebar ke seluruh rumah sakit se-Indonesia.

Diketahui, hingga Kamis (26/3) pukul 16.00 WIB, pasien coronavirus (Covid-19) di Jatim yang meninggal dunia menjadi tiga orang. Masing-masing pasien berasal dari Surabaya, Malang, dan Sidoarjo.

Sponsored

Penyebaran virus corona juga menjadikan 10 daerah zona merah karena terdapat pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Daerah yang masuk zona merah itu yakni Kota Surabaya, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Baru, Sidoarjo, Kab Magetan, Kab Blitar dan Kota Blitar. 

"Per hari ini ada tambahan baru kabupaten/kota yang menjadi zona merah, yaitu Gresik dan Kabupaten Kediri," ujar Gubernur Jatim Khofifah di Grahadi.

Khofifah menjelaskan, berdasarkan laporan yang sudah terkonfirmasi, jumlah pasien positif Covid-19 hari ini bertambah delapan orang sehingga totalnya menjadi 59 orang.

Delapan orang positif ini dari Surabaya 2 orang, Sidoarjo 3 orang, Kabupaten Kediri 2 orang dan Gresik 1 orang. 

Mantan Anggota DPR RI ini membeberkan bahwa dari 59 pasien positif itu, sebanyak 35 pasien laki-laki, dan 24 perempuan.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi 221 orang atau bertambah 31 orang dari sehari sebelumnya. Pasien kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi 3055 orang atau bertambah 513 orang dari sebelumnya yakni 2542 orang.

Mantan Menteri Sosial RI ini mencatat hingga hari ini ada 7 pasien positif Covid-19 dinyatakan terkonversi negatif atau sembuh.

Empat pasien dari  RSUD dr Soetomo Surabaya, dua pasien RS Unair dan satu pasien dari RS Syaiful Anwar Malang. "Kalau hari kemarin yang sembuh sebanyak 5 orang, hari ini bertambah dua orang," pungkasnya.

Berita Lainnya