sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bentrok TNI-Polri jangan jadi budaya

DPR: Sayangkan terjadinya bentrok TNI-Polri disaat wabah coronavirus.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Senin, 13 Apr 2020 07:32 WIB
 Bentrok TNI-Polri jangan jadi budaya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

Bentrokan terjadi antara TNI dan Polri di daerah Kosanaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, Minggu (12/4). Akibatnya, tiga anggota Polri dikonfirmasi tewas dalam bentrokan.

Anggota Komisi I DPR, Willy Aditya menyayangkan, atas bentrokan dua kekuatan keamanan dan pertahan yang terjadi. Apalagi, di tengah situasi ancaman Covid-19, semestinya, semua elemen masyarakat bangsa wajib memiliki satu semangat kesatuan bangsa.

"Tentu saya sangat menyayangkan kejadian semacam ini. Karena kejadian semacam ini bukan yang pertama kali terjadi. Terlebih, saat wabah coronavirus masih terus mengancam kita," kata Willy lewat keterangan tertulisnya, Minggu (12/4) malam.

Menurut Willy, bentrokan yang terjadi antara jajaran TNI dan Polri seperti budaya saja, sudah berulang-ulang. Oleh karenanya, kata dia, kedua intitusi harus benar-benar serius memerhatikan segala pangkal masalahnya.

Willy mengaku, tidak mengerti sebenarnya ada masalah apa antara TNI dan Polri sehingga kerap kali bertentangan. Namun yang jelas, bagi dia masalah ini tidaklah sepele. Buktinya, dalam konteks bentrokan di Papua telah memakan korban jiwa, begitu pun, pada beberapa insiden sebelumnya yang pernah ada.

"Sepertinya ini dipicu oleh hal sepele. Namun, hal sepele tidak akan berimbas pada insiden yang mengakibatkan tewasnya beberapa personel aparat, jika tidak dilatari oleh masalah yang serius. Atau laten setidaknya," kata politikus NasDem itu. 

Kendati demikian, Willy menyambut, baik gerak cepat dari Polda Papua dan Kodam VII Cendrawasih, dengan membentuk tim gabungan. Ia berharap, dengan dibentuknya tim gabungan ini bisa terungkap apa sebab musabab dari insiden.

Willy mendorong, tim gabungan yang dibentuk juga bisa mengidentifikasi potensi-potensi apa yang bisa mengakibatkan kejadian seperti ini terjadi. Ke depan, harus ada langkah antisipatif agar segala potensi serupa bisa diredam sedari awal.

Sponsored

"TNI dan Polri, harus mampu menunjukkan diri bahwa garda terdepan sektor keamanan dan pertahanan negara ini bisa bekerja sama dan bahu membahu menjaga keamanan bersama," tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Kamal mengatakan, bentrokan terjadi sekitar Pukul 07.40 WIT. Adapaun latar belakang dari bentrokan itu adalah kesalahpahaman.

"Insiden yang terjadi di pertigaan jalan Pemda I, diduga akibat kesalahpahaman antara oknum anggota satgas pamrahwan Yonif 755/Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya," ucap Kamal.

Setidaknya ada lima korban. Tiga di antaranya meninggal dunia, yakni Briptu Marcelino Rumaikewi, Briptu Alexander Ndun dan Bripda Yosias Dibangga. Sedangkan dua sisanya mengalami luka tembak. Mereka adalah Bripka Alva Titaley dan Brigpol Robert Marien.

Berita Lainnya