sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI siapkan kebutuhan uang tunai Nataru Rp101,1 triliun

Kebutuhannya masih hampir sama atau seiring dengan apa yang terjadi pada tahun lalu.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 21 Des 2018 16:22 WIB
BI siapkan kebutuhan uang tunai Nataru Rp101,1 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Bank Indonesia siap memenuhi kebutuhan masyarakat uang tunai dalam rangka Natal dan Tahun Baru 2019 sebanyak Rp101,1 triliun. 

Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Luctor Etemergo, mengatakan sejak Kamis (20/12), penarikan oleh perbankan dari Bank Indonesia sudah mencapai Rp58 triliun. 

Kebutuhannya masih hampir sama atau seiring dengan apa yang terjadi pada tahun lalu. Sebanyak 98% berupa uang pecahan besar atau Rp20.000-Rp100.000 dan 2% pecahan dibawah Rp20.000. 

"Pertumbuhan akhir tahun itu rata-rata 10%. Day to day volume penarikannya hampir sama dengan tahun lalu," ujar Luctor di Bank Indonesia, Jumat (21/12). 

Luctor memastikan stock uang tunai secara nasional cukup. Itu juga sudah terdistribusi merata di seluruh daerah di Indonesia. Sehingga tidak perlu khawatir soal persedian uang tunai. 

Untuk Jabodetabek, uang tunai yang diedarkan sekitar Rp23,4 triliun (23,2%), Jawa Non Jabodetabek Rp28,4 triliun (28,1%). Sementara itu untuk Sumatra Rp21,2 triliun (21%) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI) sebanyak Rp28,1 triliun (27,7%). 

Selain itu, ada kenaikan 10,3% kebutuhan uang tunai apabila dibandingkan dengan kebutuhan uang tunai pada Natal dan Tahun Baru 2018 yang sebesar Rp91,7 triliun.

"Untuk mengantisipasi hal tersebut Bank Indonesia menempuh empat strategi dalam melayani kebutuhan uang tunai," tuturnya. 

Sponsored

Diantaranya ketersediaan kas secara nasional, melakukan distribusi uang kepada seluruh satuan kerja (satker) kas dan melakukan kegiatan layanan kas di seluruh wilayah satker kas. 

Juga mengoptimalkan pengolahan uang di seluruh satker kas dalam rangka meningkatkan persediaan uang. Sekaligus mengoptimalkan peran kas titipan untuk melakukan distribusi uang dan peran kas keliling untuk melakukan penukaran. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Departemen Penyelanggaraan Sistem Pembayaran (DPSP) Bank Indonesia, Ery Setiawan juga menerangkan, BI terus mengoptimalkan sistem pembayaran nontunai.

Diantaranya melalui Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). 

"Sistem ini harus dipastikan aman pada akhir tahun. Biasanya akhir tahun mengalami transaksi cukup tajam. Kami ingin memastikan berbagai sistem di internal dan nonbank electronic data capture (EDC) berfungsi dengan baik," ujarnya. 

Bank Indonesia juga terus mengingatkan masyarakat untuk mendukung Gerakan Nasional Nontunai (GNNT), 

Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan perbankan dan pihak-pihak terkait guna memastikan optimalnya layanan uang tunai dan kegiatan sistem pembayaran. Dengan langkah-langkah antisipatif yang dilakukan, Bank Indonesia berharap kegiatan ekonomi masyarakat pada Hari Raya Natal dan akhir tahun 2018 dapat berjalan dengan lancar, aman dan nyaman.
 

Berita Lainnya