sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Biden minta warga AS pakai masker selama 100 hari

Biden akan keluarkan perintah kepada warga AS harus memakai masker saat di federal, transportasi antar negara bagian, pesawat, dan bus.

Firda Junita
Firda Junita Jumat, 04 Des 2020 19:49 WIB
Biden minta warga AS pakai masker selama 100 hari

Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden meminta semua warganya untuk memakai masker selama 100 pertama pemerintahannya. Hal tersebut, untuk memutusa mata rantai penularan Covid-19.

Bahkan, Biden berencana, untuk mewajibkan warga AS mengenakan masker saat berada dalam gedung federal dan sarana transportasi antar negara bagian termasuk bus, pesawat, dan kereta api.

"Saya akan mengeluarkan perintah tetap bahwa masyarkat harus memakai masker saat berada dalam gedung federal, sarana transportasi, transportasi antar negara bagian, pesawat, bus, dan lain-lain," kata dia.

Maskapai AS, bandara, dan sebagian besar sistem transit transportasi publik sudah mewajibkan penumpangnya untuk menggunakan masker.

Dalam wawancaranya dengan CNN Biden berkata, "Hari pertama saya dilantik saya akan meminta publik selama 100 hari untuk mengenakan masker. Hanya 100 hari, tidak selamanya."

"Dan saya pikir kita akan melihat penurunan yang signifikan jika kami melakukannya, jika itu terjadi dengan vaksinasi dan masker untuk menurunkan angka secara signifikan," imbuhnya seperti yang dilansir BBC.

Sementara itu, pakar konstitusi mengatakan, Presiden AS tidak memiliki kewenangan meminta warga Amerika untuk memakai masker. Namun, Biden menyatakan, dalam wawancaranya dengan Wakil Presiden (Wapres), Kamala Harris akan memberikan contoh dengan memakai penutup wajah.

Kemudian, dia mengatakan, Presiden AS memiliki otoritas eksekutif yang meliputi properti pemerintah AS dan Biden mengatakan kepada CNN, ia bermaksud menggunakan kekuasaan tersebut.

Sponsored

Gedung Putih Trump telah menolak seruan para ahli kesehatan supaya masyarakat menggunakan masker saat berada dalam transportasi umum dikarenakan "terlalu membatasi".

Selanjutnya, presiden yang terpilih dari Partai Demokrat mengatakan, dengan "senang hati" melakukan vaksinasi di hadapan publik untuk menghilangkan kekhawatiran masyarakat terkait keamanan vaksin Covid-19.

Tiga mantan presiden AS, yaitu Barack Obama, George W. Bush, dan Bill Clinton juga mengatakan, mereka siap diinokulasi di depan umum agar menunjukkan itu aman.

"Orang-orang telah kehilangan kepercayaan mereka terhadap kemampuan kerja vaksin," ucapnya. "Apa yang dilakukan oleh presiden dan wakil presiden itu penting," imbuhnya.

Wapres terpilih, Kamala Harris, yang bergabung dengannya dalam interview bersama CNN, menerima kritik dari Partai Republik pada September setelah Kamala mengatakan, bahwa ia tidak mempercayai vaksin yang disetujui oleh pejabat kesehatan pada pemerintahan Trump.

Pusat Penelitian Pew mengatakan, sebanyak 60% orang Amerika siap untuk menerima vaksin. Jumlahnya meningkat dibanding pada September yang hanya mencapai 51%.

Pfizer yang mengatakan, bahwa vaksinnya efektif 95% dalam uji klinis dan Moderna yang mengatakan bahwa vaksinnya efektif 94%, telah mengajukan perizinan ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat untuk mendistribusikan obat mereka di AS.

Dalam kesempatan yang sama, Biden mengatakan, ingin mempertahankan ahli penyakit menular AS Dr. Anthony Fauci sebagai kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular.

“Ketika Dr. Fauci mengatakan kami memiliki vaksin yang aman, saat itulah saya akan berdiri di hadapan publik dan mengatakan itu,” kata Biden. (Sumber BBC)

Berita Lainnya