logo alinea.id logo alinea.id

BMKG: Gempa bumi 7,2 SR di Maluku Utara tak berpotensi tsunami

BMKG mencatat terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7,2 Skala Richter (SR) di Maluku Utara. Getaran terasa hingga Gorontalo.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Minggu, 14 Jul 2019 16:47 WIB
BMKG: Gempa bumi 7,2 SR di Maluku Utara tak berpotensi tsunami

Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) pada kedalaman 10 kilometer di 62 kilometer Timur Laut Labuha, Maluku Utara.

Dikutip dari portal resmi BMKG di Jakarta, gempa terjadi pada Minggu pukul 16.10 WIB pada koordinat 0,59 derajat Lintang Selatan dan 128,06 derajat Bujur Timur.

"Gempa tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG.

Sementara, Warga Kota Gorontalo merasakan getaran akibat gempa itu meski sebentar. Getaran gempa itu dirasakan oleh hampir semua penduduk, menyebabkan gerabah pecah dan membuat tiang-tiang bergoyang (V Modified Mercalli Intensity/MMI) di Obi, menimbulkan getaran nyata seperti truk berlalu (III MMI) di Labuha.

Gempa ini juga dirasakan oleh sebagian orang (II-III MMI) di Manado dan Ambon, serta dirasakan oleh beberapa orang dan menimbulkan benda ringan bergoyang (II MMI) di Ternate, Namlea, Gorontalo, Sorong, dan Bolang Mongondow.

Gempa bumi di Sumbawa

Sebelumnya, gempa bumi juga terjadi di kedalaman 10 kilometer laut pada 884 kilometer barat daya Sumbawa, Minggu (14/7) pukul 12.39 WIB dengan kekuatan 6,6 Skala Richter. K epala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Daryono mengatakan gempa yang terjadi pada tidak berpotensi tsunami.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal di Utara Port Hedland, Australia Barat," kata Daryono melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (14/7).

Sponsored

Daryono mengatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa di wilayah laut di Australia Barat itu dibangkitkan deformasi batuan dengan mekanisme gerakan dari struktur sesar mendatar.

Gempa tersebut tercatat dengan baik pada sensor seismik BMKG di Plampang, Waikabubak, Waingapu, Lombok, dan Kupang pada pukul 12.41 WIB.

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa dirasakan di Waingapu, Sumbawa, Bima pada skala III Mercalli dan Mataram pada skala II Mercalli.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hingga pukul 13.04 WIB, monitoring BMKG belum menunjukkan aktivitas gempa susulan," kata Daryono. (Ant)