sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BMKG jabarkan pemicu gempa Aceh

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng.

Syamsul Anwar Kh
Syamsul Anwar Kh Selasa, 07 Jan 2020 14:22 WIB
BMKG jabarkan pemicu gempa Aceh

Gempa yang melanda Aceh pada, Selasa (7/1) sekira pukul 13.05 WIB, tergolong gempa tektonik. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono memaparkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng.

"Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia di barat Sumatera," kata Rahmat di Jakarta.

Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik atau thrust fault. Hingga pukul 13.45 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu kali aktivitas gempa susulan atau aftershock dengan magnitudo 3,3 skala richter. 

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," sambungnya.

Sponsored

Rahmat menambahkan, dari hasil pemutakhiran, gempa di Aceh berkekuatan 6,1 SR. Episenter gempa terletak pada koordinat 2.3 LU dan 96.32 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 19 km arah Selatan Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh pada kedalaman 20 km. 

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Rahmat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

"Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," jelasnya.

Berita Lainnya