sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BMKG prakirakan cuaca akan lebih ekstrem pada 2032-2040

Baik kenaikan curah hujan maupun kemarau panjang di beberapa daerah.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 17 Jan 2020 16:23 WIB
BMKG prakirakan cuaca akan lebih ekstrem pada 2032-2040

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, kondisi cuaca akan lebih ekstrem pada 2032-2040. Baik kenaikan curah hujan maupun kemarau panjang di beberapa daerah.

"Kita lihat memang ada peningkatan curah hujan dan ketika kemarau cenderung lebih kering. Hal ini berdasarkan data perbandingan dengan 2006-2014," ucap Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Indra Gustari, di kantornya, Jakarta, Jumat (17/1).

Dalam memprediksi potensi tersebut, BMKG menggunakan tiga rancangan proyeksi iklim. Skenario terburuk, biasa, dan optimis.

Skenario terburuk merujuk kondisi iklim yang terjadi dengan pengaruh perubahan iklim tanpa upaya perbaikan. Skenario biasa (business as usual), memprakirakan potensi perubahan cuaca yang dikaitkan dengan kurang optimalnya upaya memperbaiki lingkungan. Sedangkan skenario optimis, diiringi upaya maksimal dari masyarakat.

Berdasarkan prediksi skenario biasa, BMKG memperkirakan, akan terjadi peningkatan curah hujan. Juga pun cenderung lebih kering kala kemarau. "Secara umum, ada daerah-daerah yang sebagian besar akan mengalami curah hujan ekstrem," kata dia.

Kenaikan curah hujan itu bakal terjadi di Aceh, Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan (Sumsel). Persentase sekitar 20-40 persen dibandingkan tahun 2006-2014.

Sedangkan Kalimantan Timur (Kaltim) dan Gorontalo, diprediksi akan mengalami penurunan curah hujan sekitar 20 persen. Seiring lebih keringnya cuaca saat kemarau.

Untuk jangka panjang, terang Indra, potensi cuaca ekstrem diindikasikan oleh curah hujan yang cukup tinggi. Sangat dipengaruhi konsentrasi gas rumah kaca dan pemanasan global.

Sponsored

"Seberapa kuat pemanasan global atau konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer itu, akan terjadi dalam beberapa puluh tahun ke depan," tuturnya. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca sangat dipengaruhi pola hidup masyarakat. (Ant)

Berita Lainnya