sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BMKG ungkap prakiraan musim hujan di Oktober dan November

Sementara, Gubernur DKI Jakarta menggelar apel kesiapan tanggap menghadapi musim penghujan dan antisipasi banjir di halaman Polda Metro Jaya

Manda Firmansyah Ardiansyah Fadli
Manda Firmansyah | Ardiansyah Fadli Rabu, 30 Sep 2020 12:34 WIB
BMKG ungkap prakiraan musim hujan di Oktober dan November
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Pulau Sumatera, terutama pesisir Timur Aceh, Riau, Jambi dan Sumatera Selatan, Pulau Bangka, dan Lampung akan memasuki musim hujan pada Oktober.

Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Maluku juga akan memasuki musim hujan pada bulan Oktober. Namun, Kalimantan Barat kebanyakan masih masuk dalam wilayah yang tidak mengenal musim.

“Jawa, terutama di barat dan bagian selatan (masuk musim hujan di Oktober). Sementara sisanya mungkin di November. Karena semakin ke Timur, biasanya semakin mundur musim hujannya,” tutur Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam diskusi virtual Rabu (30/9).

Di September akhir, sejumlah provinsi yang masuk musim hujan di Oktober telah mulai mengalami kondisi cuaca berubah dinamis. Potensi-potensi cuaca ekstrem biasanya muncul di sepanjang peralihan dari musim kemarau ke musim hujan ini. Sementara itu, provinsi Bali, NTT, NTB, Kalimantan di pesisir Timur, Sulawesi bagian Selatan, Maluku, dan Papua akan memasuki musim hujan pada November.

Sedangkan prakiraan curah hujan dasarian terkini mengungkapkan, hingga Oktober pertengahan, perlu diwaspadai curah hujan tinggi di atas normal. Namun, pada akhir Oktober, kecenderungan curah hujan mulai banyak kembali normal.

“Nah, kalau di Sumatera curah hujannya menengah. (tetapi) kalau (prakiraan dasarian) di atas normal, artinya ini patut diwaspadai. Karena kasarnya cuacanya sudah tinggi, kemudian provinsi itu akan mendapatkan curah hujan yang normal. Apalagi Papua yang memang curah hujannya tinggi, kalau mendapatkan curah hujan di atas normal pasti potensi ekstrem,” ujar Supari.

Lebih jauh Supari menyebut, fenomena La Nina tidak berdampak secara seragam di seluruh wilayah Indonesia. Fenomena La Nina ditandai dengan adanya penurunan suhu perairan di bagian Tengah dan Timur ekuator Samudera Pasifik. Imbasnya, terjadi perubahan sirkulasi atmosfer, seperti intensitas curah hujan di daerah tropis. La Nina dapat menyebabkan peningkatan curah hujan di Asia, Australia, dan Afrika.

“(Isu La Nina) ini perlu cara yang bijak untuk menyampaikan informasinya. Sehingga, tidak seolah-olah menimbulkan kesan seluruh daerah akan mengalami dampak La Nina,” ucapnya.

Sponsored

Fenomena La Nina diprediksi akan berlangsung jelang musim hujan di Indonesia. La Nina akan sebabkan peningkatan curah hujan karena bertambahnya suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia.
 

Berita Lainnya