sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BMKG ungkap prakiraan musim hujan di Oktober dan November

Sementara, Gubernur DKI Jakarta menggelar apel kesiapan tanggap menghadapi musim penghujan dan antisipasi banjir di halaman Polda Metro Jaya

Manda Firmansyah Ardiansyah Fadli
Manda Firmansyah | Ardiansyah Fadli Rabu, 30 Sep 2020 12:34 WIB
BMKG ungkap prakiraan musim hujan di Oktober dan November
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Apel bersama Polda dan Pemprov DKI hadapi musim penghujan dan antisipasi banjir di Jakarta

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar apel kesiapan tanggap menghadapi musim penghujan dan antisipasi banjir di halaman Polda Metro Jaya, Rabu (30/9).

Dalam sambutannya Anies mengatakan, DKI Jakarta tengah memasuki musim penghujan. Sehingga persoalan yang kerap muncul di ibu kota adalah banjir.  "Dengan apel ini kami berharap statusnya siaga dan siap untuk merespons seluruh kondisi termasuk banjir yang ada di Jakarta dan siap  menggalang seluruh kekuatan," kata Anies di Jakarta, Rabu (30/9).

Anies menjelaskan ibu kota sering terkena banjir lantaran lokasinya yang memang berada di dataran rendah. Bahkan Jakarta dialiri oleh 13 sungai dari pegunungan yang berasal dari daerah-daerah tetangganya. Karenanya di musim penghujan ini setidaknya ada tiga hal yang mesti dilakukan kesiapsiagaan, yaitu air hujan dari hulu atau hujan kiriman, hujan lokal, dan tingginya permukaan air.

Sponsored

"Pekan lalu sempat ada warning dari Katulampa, ketika terjadi peninggian permukaan air di bendungan Katulampa. Alhamdulillah kondisinya terkendali, sehingga Jakarta terbebas dari ancaman banjir pada pekan lalu. Mudah-mudahan ke depan bisa terus diberi kemudahan untuk mengerjakan ini semua," ujarnya.

Anies berharap agar aparat dalam hal ini TNI dan Polri, dapat bekerja sama dengan Pemprov DKI dalam menangani ancaman banjir di ibu kota.

"Kami siapkan prosedur untuk evakuasi dan tempat pengungsian yang mengikuti protokol kesehatan," ujar Anies.  "Jadi di tempat-tempat yang biasanya hanya dipasang satu tenda, maka kali ini tendanya harus lebih banyak lagi, supaya jumlah mereka yang berada di dalam satu tenda itu mengikuti ketentuan protokol kesehatan kesehatan. Kami sudah menyiapkan mudah-mudahan tidak kejadian. Tetapi kalau kejadian, kami siapkan dengan protokol kesehatan," lanjutnya.

Berita Lainnya