sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BMKG: Waspada curah hujan tinggi dan angin di Jakarta

Warga DKI perlu waspada adanya angin besar pada awal peralihan musim kemarau ke musim hujan, yang akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Purnama Ayu Rizky
Purnama Ayu Rizky Sabtu, 27 Okt 2018 09:08 WIB
BMKG: Waspada curah hujan tinggi dan angin di Jakarta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 257388
Dirawat 58788
Meninggal 9977
Sembuh 187958

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat meminta masyarakat untuk waspada terhadap peningkatan hujan di sebagian wilayah Indonesia, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

"Sebetulnya kalau dibilang sudah memasuki musim hujan belum ya, ini baru transisi, baru proses. Kondisinya mengarah dari musim kemarau ke musim hujan. Namun, justru kalau baru awal-awal begini kecenderungannya hujannya lebat dalam jangka waktu tidak panjang. Sebelum hujan diawali hembusan angin yang kuat," kata Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R. Prabowo di Jakarta, Sabtu (27/10)..

Mulyono mengingatkan masyarakat agar lebih waspada akan adanya angin besar pada awal peralihan musim kemarau ke musim hujan, selama beberapa hari ke depan.

"Untuk daerah yang banyak pohon sebaiknya dilakukan 'prunning', atau pengurangan dahan, karena kalau ada hembusan angin kuat bisa berbahaya, (angin. Red.) bisa mematahkan ranting atau bahkan merobohkan pohon. Selain itu, baliho-baliho dan papan reklame yang besar supaya diberi ventilasi udara supaya angin bisa lewat," katanya.

Peningkatan curah hujan diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat. Itu disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Sumatera yang menyebabkan konsentrasi massa udara di wilayah tersebut. Konsentrasi itu membuat udara jadi relatif lebih lembab sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.

Mulyono menjelaskan, usai sirkulasi turun, akan berubah jadi konvergensi angin yang memanjang dari wilayah Sumatera hingga Kalimantan bagian utara. Area pertemuan angin tersebut juga akan mendukung pertumbuhan awan. Sebaliknya, potensi hujan di wilayah pulau Jawa bagian Timur hingga NTT, Sulawesi, Maluku, dan Papua diperkirakan masih cukup minim. Minimnya curah hujan disebabkan dominasi massa udara kering yang terpantau masih terdapat di wilayah tersebut.

Sejumlah wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan lebat pada 26-28 Oktober 2018 di antaranya,  Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Sumatera Selatan, Bangka, Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tengah.

Sementara wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 29-31 Oktober 2018, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Papua.

Lebih lanjut, Mulyono mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

"Khusus untuk Jakarta yang banyak tertutup beton, saat sudah masuk musim hujan, wilayah yang tak tertutup beton akan banyak mendapat limpahan air hujan, masyarakat yang tinggal di di daerah yang biasa jadi lintasan air itu harus hati-hati seperti yang tinggal di bantaran sungai. Jangan lupa juga bersihkan gorong-gorong karena suka menghambat jalannya air," pungkasnya. (Ant)

Berita Lainnya
×
img