sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BNPB: Asap karhutla tidak sampai ke Malaysia dan Singapura

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di wilayah Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Sabtu, 10 Agst 2019 13:45 WIB
BNPB: Asap karhutla tidak sampai ke Malaysia dan Singapura
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di wilayah Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Meski demikian, Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo menyatakan asap tidak masuk ke negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

"Asap mengarah ke tenggara dan utara. Sebaran asap makin meluas dan tambah banyak baik di wilayah Riau atau Kalimantan Tengah," kata Agus melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (10/8).

Agus mengatakan asap menyebabkan tingkat kualitas udara di Kota Pekanbaru dan Kota Palangkaraya menurun. Di Kota Pekanbaru konsentrasi PM10 sebesar 173 atau kurang sehat dan di Kota Palangkaraya konsentrasi PM10 sebesar 126 atau tingkat sedang.

Sementara itu, berdasarkan pantauan satelit pada Sabtu pukul 07.00 WIB masih terdapat sejumlah titik panas kategori sedang dan tinggi di beberapa daerah.

"Titik panas di Riau terdeteksi 126 titik, Jambi empat titik, Sumatera Selatan 13 titik, Kalimantan Barat 533 titik, Kalimantan Tengah 159 titik, dan Kalimantan Selatan 13 titik," ujarnya.

Asap kabut di Pekanbaru

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sangat pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Sabtu pagi.

Polusi asap atau jerebut tidak hanya menurunkan jarak pandang, karena sudah sangat mencemari udara ke status tidak sehat.

Sponsored

Kondisi asap cenderung memburuk pada pagi ini, padahal pada Jumat (9/8) sore udara relatif bersih dan kualitas udara Pekanbaru membaik ke status sehat.

“Iya, ini kualitas udara sudah status tidak sehat,” kata Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru Yudhistira Mawaddah.

Informasi konsentrasi partikulat (PM10) yang terkandung di udara kini sudah di status tidak sehat karena melebihi 150 mikrogram per meter kubik. Menurut dia, kualitas udara terus menurun sejak pukul 02.00 WIB Sabtu dini hari.

“Jam 8 pagi tadi PM10 di angka 160,” kata Yudhistira.

Ia mengatakan jarak pandang di Kota Pekanbaru turun hingga tersisa 2 kilometer akibat asap. Begitu juga di sejumlah daerah yang diselimuti asap seperti di Kota Dumai, Kabupaten Pelalawan dan Kota Rengat. Jarak pandang di Dumai terpantau 2 kilometer, Pelalawan 3 kilometer, dan Rengat 6 kilometer.

Asap pekat yang kini menyelimuti Pekanbaru berasal dari kebakaran di wilayah tenggara seperti Kabupaten Siak dan Pelalawan. Asap terbawa angin yang bertiup dari arah tenggara dan selatan.

Belitung bentuk tim penanganan

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membentuk tim penanganan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Satgas terpadu penangan kebakaran hutan dan lahan ini merupakan keperluan mendesak dan telah mendapatkan atensi langsung dari presiden," kata Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie.

Menurut dia, pembentukan tim tersebut merupakan arahan langsung dari presiden dan panglima TNI agar membentuk satuan tugas penangan karhutla di masing-masing daerah.

"Karena saat ini frekuensi terjadinya kebakaran lahan setiap harinya mengalami peningkatan yang signifkan," ujarnya.

Ia mengatakan, tim satgas tersebut melibatkan personel Satpol PP dan Damkar, TNI/Polri, BPBD, Tagana serta unsur masyarakat di tingkat kecamatan maupun kelurahan.

"Nanti juga akan dilakukan patroli secara rutin guna mencegah potensi terjadinya kebakaran hutan maupun lahan," ujarnya.

Pemkab Belitung, kata dia, akan menyosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah secara sembarangan atau membuka lahan pertanian dengan cara dibakar yang berpotensi menimbulkan terjadinya kebakaran.

"Kami akan sosialisasi berupa larangan membuka lahan dengan cara dibakar, kemudian menebas dan membakar semak di sekitar pekarangan atau lahan masing-masing guna mencegah terjadinya peristiwa kebakaran," katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Belitung, Azhar mengatakan, frekuensi laporan kasus kebakaran lahan di daerah itu saat ini mengalami peningkatan.

"Selama bulan Juli intensitas laporan kebakaran lahan yang masuk mencapai lima sampai enam kali dalam sehari," ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya telah menerima sebanyak 32 laporan kasus kebakaran lahan di daerah itu.  "Sedangkan luas potensi ancaman kebakaran lahan kawasan hutan mencapai 847,61 kilometer persegi," ujarnya.

Pihaknya menyambut baik pembentukan tim satuan tugas penangan kebakaran lahan di daerah itu.

"Saat ini kami menyiagakan 39 personel pemadam kebakaran dan tiga unit kendaraan pemadam," ujarnya. (Ant)
 

Berita Lainnya

Ovo bagikan tips atur keuangan selama Ramadan

Selasa, 13 Apr 2021 19:05 WIB

, : WIB

Masyarakat jangan khawatirkan efikasi vaksin

Selasa, 13 Apr 2021 17:26 WIB