sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BNPB catat 46 korban meninggal dalam banjir Jabodetabek

Kabupaten Bekasi terdampak banjir paling luas secara administratif, mencakup 18 kecamatan.

Laila Ramdhini Khaerul Anwar
Laila Ramdhini | Khaerul Anwar Sabtu, 04 Jan 2020 09:05 WIB
BNPB catat 46 korban meninggal dalam banjir Jabodetabek
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 46 orang meninggal dunia akibat bencana banjir hingga tanah longsor yang terjadi di Jabodetabek hingga Banten.

Data yang terkumpul hingga Jumat (3/1), pukul 23.00 WIB tersebut juga mencatat jumlah pengungsi naik menjadi 173.064 orang yang merupakan bagian dari 39.627 kepala keluarga (KK).

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menyebutkan jumlah titik pengungsian juga mengalami penambahan setelah terverifikasi lagi oleh petugas-petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Berdasarkan rekapitulasi dampak banjir dan longsor BNPB per Jumat, pukul 23.00 WIB, Kabupaten Bekasi terdampak banjir paling luas secara administratif, mencakup 18 kecamatan," kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat malam (3/1).

Selanjutnya DKI Jakarta mencakup 17 kecamatan, Kabupaten Bogor 13 kecamatan, Kota Tangerang 13 kecamatan, Kota Bekasi 12 kecamatan, Kota Depok 11 kecamatan, Kabupaten Lebak enam kecamatan, Kota Bogor enam kecamatan dan Kota Tangerang Selatan enam kecamatan.

Sedangkan jumlah pengungsi terbanyak tercatat ada di Kota Bekasi mencapai 149.537 jiwa yang tersebar di 97 titik pengungsian. Lalu DKI Jakarta mencapai 11.474 jiwa tersebar di 66 titik pengungsian. 

Selanjutnya, di Kabupaten Bekasi mencapai 2.800 pengungsi berada di satu titik pengungsian, di Kabupaten Bogor mencapai 2.173 jiwa berada di dua titik pengungsian, di Kabupaten Lebak 1.500 jiwa berada di empat titik pengungsian dan Kota Depok tercatat 105 pengungsi.

Sementara itu, tercatat 11 meninggal dunia di Kabupaten Bogor, sembilan meninggal di Kota Bekasi, sembilan meninggal dunia di DKI Jakarta, tujuh meninggal dunia di Kabupaten Lebak, empat meninggal dunia di Kota Tangerang Selatan, tiga meninggal dunia di Kota Depok, satu meninggal dunia di Kota Bogor dan satu meninggal dunia di Kabupaten Bekasi.

Sponsored

Korban banjir di Banten

Kepala Basarnas Provinsi Banten Jaenal Arifin mengatakan Kampung Cigodang menjadi salah daerah terparah terdampak banjir bandang yang menerjang enam Kecamatan di Lebak.

Jaenal mengungkapkan berdasarkan data yang dihimpun oleh tim SAR gabungan, total sebanyak tujuh orang korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan longsor di Lebak, Banten. Sementara satu orang korban lagi bernama Fizki (7) yang terseret banjir masih dalam pencarian di sekitar sungai Ciberang.

"Sehingga total untuk tim SAR gabungan yang terkordinasi sampai hari ini 7 orang meninggal dunia 1 masih dalam pencarian," tutur Jaenal.

Lima orang terakhir yang ditemukan oleh tim SAR gabungan di Kampung Cigodang merupakan satu keluarga. Kelimanya adalah Diva (8), Tiong (12), Enon (4), Fahmi (3), dan Encih (30). Mereka ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tertimbun tanah dan material rumah.

"Kemarin terakhir korban yang berhasil ditemukan merupakan satu keluarga yang tertimbun material longsor," kata Jaenal kepada wartawan, Sabtu (4/1).

Sementara itu, berdasarkan data, sebanyak 306 rumah rusak berat, 274 rumah rusak ringan, dan 2.167 rumah tenggelam yang tersebar di enam kecamatan. Keenamnya yakni di Sajira, Cipanas, Lebak Gedong, Maja, Cimarga, dan Curug Bitung.

Jalan amblas sepanjang 40 meter di Kampung Bujal, Kecamatan Cipanas, 2 unit jembatan permanen (Kecamatan Sajira dan Lebakgedong).

Kemudian 18 unit jembatan gantung (tersebar), SDN 2 Banjarsari, SDN Banjaririgasi, dan SMPN 4 Lebakgedong. Saat ini, ada 433 KK pengungsi yang tersebar di 7 posko pengungsian di 6 Kecamatan. (Ant)

Berita Lainnya