Nasional / Gempa Lombok

BNPB: Jumlah korban gempa 321 jiwa

Hingga kemarin sore, jumlah korban meninggal yang sudah diverifikasi mencapai 321 jiwa. Sementara data masuk ke tim SAR mencapai 386 orang.

BNPB: Jumlah korban gempa 321 jiwa Pencarian dan verifikasi data korban gempa terus diupayakan./ Antarafoto

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah korban akibat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat bertambah menjadi 321 jiwa.

"Jumlah korban akibat gempa terus bergerak naik. Korban yang sebelumnya belum dilaporkan dan korban yang berhasil dievakuasi menambah jumlah korban," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Pekanbaru, Jumat (10/8).

Sutopo tak memungkiri ada banyak data korban yang berseliweran. Misalnya, dari tim SAR menyebut, data korban jiwa yang telah masuk hingga kemarin mencapai 386. SAR Mission Coordinator (SMC) I Nyoman Sidakarya, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Jumat malam menyebut, ada beberapa jenazah ditemukan di Kabupaten Sumbawa Barat, sehingga data korban bertambah.

Namun, kata Sutopo, data korban yang masuk ke BNPB sudah terverifikasi sebanyak 321 orang. Jika ada data tambahan korban yang masuk tapi belum diverifikasi, maka tidak akan ia masukkan ke data resmi BNPB.

"Artinya, jumlah korban meninggal dunia lebih dari 321 orang, tetapi masih perlu diverifikasi," jelasnya.

Menurut data BNPB, jumlah korban terbanyak berasal dari Kabupaten Lombok Utara, yaitu mencapai 273 orang, Kabupaten Lombok Barat (26), Kabupaten Lombok Timur (11), Kota Mataram (tujuh), Kabupaten Lombok Tengah (dua), dan Kota Denpasar (dua).

Adapun jumlah pengungsi akibat gempa mencapai 270.168 orang yang tersebar di ribuan titik. Jumlah pengungsi ini diperkirakan terus bertambah, karena belum semua terdata dengan baik.

"Di beberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan, terutama Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil," katanya.

Untuk memberikan bantuan kepada pengungsi di wilayah tersebut, sejak Kamis (9/8) penyaluran bantuan sudah menggunakan tiga helikopter dari BNPB dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

"Bantuan dari darat terus disalurkan. Bahkan, melibatkan banyak relawan dari komunitas pecinta mobil dan masyarakat yang memiliki kendaraan untuk membantu distribusi bantuan. Dapur umum dan pos kesehatan juga banyak yang didirikan untuk melayani pengungsi," jelasnya.

Sumber: Antara


Berita Terkait