sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BNPB: Korban meninggal tsunami Selat Sunda 431 orang

Korban dan kerusakan material ini berasal dari lima Kabupaten, yaitu Pandenglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Sabtu, 29 Des 2018 20:42 WIB
BNPB: Korban meninggal tsunami Selat Sunda 431 orang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 72347
Dirawat 35349
Meninggal 3469
Sembuh 33529

Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) melaporkan, jumlah korban tsunami di Selat Sunda hingga 29 Desember 2018, bertambah. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, 431 orang meninggal dunia, 7.200 orang luka-luka, 15 orang hilang, dan 46.646 orang yang mengungsi.

Kerugian material, antara lain 1.527 unit rumah rusak berat, 70 unit rumah rusak sedang, 181 unit rumah rusak ringan, 78 unit penginapan dan warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak, dan beberapa kerusakan fasilitas publik.

"Korban dan kerusakan material ini berasal dari lima Kabupaten, yaitu Pandenglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus," kata Sutopo, seperti dikutip dalam siaran resminya, Sabtu (29/12).

Jumlah korban dan dampak bencana paling banyak terjadi di Pandeglang. Tercatat 292 orang meninggal dunia, 3.976 orang luka-luka, 8 orang hilang, dan 33.136 orang mengungsi.

Kondisi pengungsi, kata Sutopo, masih memerlukan bantuan, seperti makanan, air bersih, MCK, pakaian layak pakai, selimut, tikar, pelayanan medis, dan lainnya.

Distribusi logistik ke lokasi bencana terkendala karena akesnya cukup sulit dijangkau dan cuaca, terutama di daerah Sumur.

"Untuk membantu proses evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban di Sumur, maka dikerahkan 31 alat berat berupa sembilan unit excavator, satu unit greader, empat unit loader, tiga unit tronton, dan 14 unit dump truck. Tiga helikopter dikerahkan untuk mengirim logistik dari udara," ujarnya.

Di Kabupaten Serang, tercatat 21 orang meninggal dunia, 247 orang luka-luka, dan 4.399 orang mengungsi.

Sponsored

Sementara itu, di Lampung Selatan tercatat 116 orang meninggal dunia, 2.976 orang luka-luka, 7 orang hilang, dan 7.880 orang mengungsi.

Sedangkan di Pesawaran tercatat satu orang meninggal dunia, satu orang luka, dan 231 orang mengungsi. Di Tanggamus satu orang meninggal dunia dan 1.000 orang mengungsi.

“Jumlah pengungsi pada malam hari sering lebih banyak daripada siang. Sebab pada siang hari sebagian pengungsi bekerja atau kembali ke rumahnya, pada malam hari kembali ke tempat pengungsian," kata Sutopo.

Penangananan darurat masih berlangsung. Kepala daerah telah menetapkan masa tanggap darurat di empat daerahnya masing-masing.

Di Kabupaten Pandeglang (22 Desember-4 Januari 2019), Serang (22 Desember-4 Jauari 2019), Lampung Selatan (23 Desember-29 Desember 2018), dan Provinsi Banten (27 Desember-9 Jaunari 2019).

Kata Sutopo, kemungkinan masa tanggap darurat di Kabupaten Lampung Selatan akan diperpanjang, mengingat masih banyak korban yang perlu ditangani dan kebutuhan darurat masih diperlukan untuk kemudahan akses dalam penanganan bencana.

Seperti diketahui, untuk membantu operasional darurat, maka BNPB telah memberikan bantuan dana siap pakai Rp500 juta kepada BPBD Pandeglang, dan Rp 250 juta kepada BPBD Lampung. Selain itu, bantuan logistik juga terus dikirimkan.

Pemerintah pusat dari TNI, Polri, berbagai kementerian/lembaga bersama NGO, relawan, serta dunia usaha terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang daerah terdampak tsunami di Selat Sunda.

"Secara umum penanganan terkoordinasi dan berjalan dengan baik," ujar Sutopo.

Berita Lainnya