sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BNPB: Lebih dari 53.000 desa rawan bencana

Ada sekitar 75.000 desa/kelurahan se-Indonesia.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 14 Apr 2021 17:32 WIB
BNPB: Lebih dari 53.000 desa rawan bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, lebih dari 53.000 desa/kelurahan atau 51 juta keluarga di Indonesia rawan bencana. Sebanyak 5.744 desa/kelurahan di antaranya berisiko tsunami.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan, menambahkan, 34.716 desa/kelurahan lainnya rawan longsor, 45.973 desa/kelurahan rawan gempa, 2.160 desa/kelurahan rawan gunung berapi, 47.430 desa/kelurahan rawan banjir, serta 41,236 desa/kelurahan rawan kekeringan.

“Ini cukup mengagetkan kami semua," ucapnya dalam webinar, Rabu (14/4). Ada sekitar 75.000 desa/kelurahan se-Indonesia.

Untuk meminimalisasi dampak bencana, menurut Lilik, diperlukan desa tangguh bencana lantaran memungkinkan desa mampu beradaptasi secara mandiri dalam menghadapi ancaman bencana akibat perubahan iklim.

Perubahan iklim, terang dia, menjadi ancaman baru yang mulai terlihat. "Siklon tropis Seroja mengingatkan kami, NTT biasanya hanya terkena ekornya saja. Ini sudah berdampak cukup besar beberapa pekan lalu."

Lilik lalu mengingatkan imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang bibit siklon tropis yang kemungkinan berdampak di wilayah Indonesia timur. Misalnya, Papua, Papua Barat, Maluku, dan Sulawesi Utara.

Bibit siklon tropis di utara Papua diketahui telah berkembang menjadi siklon tropis Surigae. Siklon kini bergerak ke arah barat laut menuju Filipina.

Siklon tropis Surigae diperkirakan berkembang menjadi badai tropis kuat (STS), bahkan berpotensi menjadi topan (typhoon/TY) pada Jumat (16/4). Masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati dengan potensi angin kencang hingga hujan lebat serta dampak lanjutannya, seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Sponsored
Berita Lainnya