sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BNPB: Ribuan warga terdampak kekeringan di tiga provinsi

BPBD setempat telah mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah yang dilanda kekeringan.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Senin, 24 Jun 2019 01:30 WIB
BNPB: Ribuan warga terdampak kekeringan di tiga provinsi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sejumlah wilayah di tiga provinsi telah mulai mengalami kekeringan. Hal ini menyebabkan ribuan warga terdampak keadaan tersebut.

Kepala Bidang Humas BNPB Rita Rosita menyebut, tiga provinsi tersebut adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Fenomena tersebut mengakibatkan 100.230 warga terpapar dampak kekeringan. BPBD setempat telah mengirimkan air bersih ke beberapa wilayah untuk menangani kekeringan," kata dia melalui keterangan tertulis, Minggu (23/6).

Rita merinci, terdapat 57 desa di Kabupaten Gunung Kidul yang mengalami kekeringan di Yogyakarta. Sebanyak 24.166 kepala keluarga atau 85.000 jiwa terdampak keadaan ini.

Menurutnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Kidul telah mengirim 900 liter air bersih ke wilayah Girisubo, Rongkop, Tepus, dan Paliyan.

"Di Jawa Tengah, kekeringan terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Cilacap, yaitu Kewungetan dan Patimuan," katanya.

Di wilayah ini, sebanyak 3.984 kepala keluarga atau 14.253 jiwa terdampak. BPBD Cilacap telah mengirim 24 tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter air bersih untuk membantu warga. 

Adapun di Jawa Timur, kekeringan terjadi di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Terdapat 287 kepala keluarga atau 977 jiwa yang terdampak situasi ini. 

Sponsored

"Kekeringan telah dilaporkan sejak Senin (17/6) lalu sehingga telah diantisipasi BPBD Kabupaten Magetan dengan mengirimkan air bersih," kata dia.

Pusat Analisis Situasi Siaga Bencana (Pastigana) BNPB memperkirakan awal musim kemarau pada 2019 terjadi pada Mei, Juni, dan Juli, dengan persentase sekitar 83%. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2019 dengan presentase 53%. (Ant)

Berita Lainnya