sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BNPB tebar garam cegah cuaca buruk 9-12 Januari di Jabodetabek

Sampai saat ini, sudah 6,4 ton garam yang disebar untuk mencegah cuaca buruk yang melanda Jabodetabek.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Rabu, 08 Jan 2020 15:14 WIB
BNPB tebar garam cegah cuaca buruk 9-12 Januari di Jabodetabek
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 113134
Dirawat 37598
Meninggal 5302
Sembuh 70237

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir akan terjadinya hujan ekstrem pada 12 Januari 2020. Sebagai antisipasi, BNPB akan menebar garam untuk menurunkan intensitas hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, mengatakan antisipasi tersebut sekaligus untuk menanggapi peringatan dini cuaca atau weather alert dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Pihaknya, kata dia, bersama Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Terpadu (BNPPT) dan TNI telah melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca dengan menyebar garam atau Natrium Klorida (NaCi) untuk mengurangi curah hujan tinggi.

“Masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek tidak perlu panik. Tapi kita tetap waspada, siaga dan menyiapkan rencana darurat keluarga. Langkah ini juga perlu diterapkan oleh setiap keluarga di Indonesia, mengingat potensi bahaya bisa terjadi kapan pun dan di mana pun," kata Agus dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (8/1).

Menurutnya, penyebaran garam terbukti telah berhasil menurunkan intensitas hujan sedang dan lebat yang seharusnya tiba di wilayah Jabodetabek pada Senin lalu (6/1). BNPB akan terus melakukan operasi yang sama untuk menghindari hujan ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 9 sampai 12 Januari di wilayah Jabodetabek.

Agus menyebut, pesawat CN 295 dan Casa 212-200 milik TNI kembali melakukan 4 kali penyebaran garam dengan cakupan wilayah barat daya, barat, dan barat laut pada Selasa, 7 Januari 2020. Bahkan total bahan semai Natrium Klorida (NaCl) untuk penyemaian mencapai 6,4 ton.

Rinciannya, penyebaran garam pertama menggunakan pesawat CN295 sebanyak 2,4 ton di wilayah barat hingga barat daya Jabodetabek. Berikutnya, menggunakan Casa 212-200 dengan sebaran garam mencapai 800kg di perairan Selat Sunda.

Ketiga, garam kembali disebar di barat laut Jabodetabek, dan terakhir garam disebar sebanyak 2,4 ton di wilayah yang sama.
“Hujan yang turun dimodifikasi dengan penggunaan Natrium Klorida (NaCl) yang ditebarkan ke bibit awan melalui pesawat Casa 212-200 dan CN-295," ujarnya.

Sponsored

“Penerapan teknologi modifikasi cuaca bertujuan untuk menurunkan hujan ke wilayah yang aman dan jauh dari permukiman penduduk atau sebelum awan memasuki kawasan padat penduduk, seperti di wilayah Selat Sunda atau Laut Jawa."

Berdasarkan laporan BPPT, kata dia, operasi teknologi modifikasi cuaca berhasil menurunkan curah hujan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek. 

Berita Lainnya