sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BNPB usul relokasi kampung longsor di Sukabumi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengusulkan agar Kampung Garehong, Cimapag, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, direlokasi.

Soraya Novika
Soraya Novika Kamis, 03 Jan 2019 01:51 WIB
BNPB usul relokasi kampung longsor di Sukabumi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1986
Dirawat 1671
Meninggal 181
Sembuh 134

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengusulkan agar Kampung Garehong, Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, direlokasi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, usulan relokasi lantaran masih adanya ancaman longsor susulan. BNPB mengusulkan kepada Pemda setempat untuk merelokasi pemukiman warga untuk menjauhi titik-titik rawan longsor.

"Nantinya mereka akan direlokasi atau rumah warga tidak akan kembali dibangun di sini, tetapi akan dicarikan tempat yang lebih aman," kata Sutopo dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (2/1).

Relokasi yang dimaksud nantinya akan dibuat tidak jauh dari tempat asal warga terdampak longsor. Pertimbangan itu dipilih agar warga tetap bisa menggarap mata pencaharian di lokasi awal. 

"Namun, alangkah baiknya jika hunian beserta mata pencaharian warga juga dapat direlokasi demi mencegah jatuhnya korban terjadi lagi," tuturnya.

Menurut Sutopo, longsor yang terjadi tepat di penghujung 2018 ini merupakan yang ke-132 kalinya terjadi di Sukabumi selama 10 tahun terakhir.

"Sejak 2009 sebanyak 132 kejadian longsor terjadi di Sukabumi dan angka ini merupakan yang terbesar dari seluruh wilayah di Indonesia," urainya.

Untuk itu, selain relokasi dan tata ruang pemukiman warga, pemerintah diimbau untuk dapat lebih menempatkan perhatiannya pada pembangunan tanggap bencana serta edukasi bencana kepada masyarakat.

Sponsored

Sebagai informasi, jumlah korban longsor di Kampung Garehong Kabupaten Sukabumi yang terjadi 31 Desember 2018 lalu kian bertambah.

Menurut data BNPB, dari hasil pencarian korban longsor di lokasi tersebut hingga Rabu (2/1) sekitar pukul 13.30 WIB, jumlah korban yang ditemukan telah mencapai 15 orang meninggal dunia.

"Sebanyak 11 orang sudah berhasil diidentifikasi, sementara empat lainnya belum dapat teridentifikasi oleh petugas," kata dia.

Selain korban meninggal, longsor menyebabkan tiga orang masih dirawat di rumah sakit, 20 orang dilaporkan hilang, dengan total terdampak adalah sebanyak 101 orang. Adapun longsor tersebut tercatat menimpa sebanyak 30 rumah yang dihuni 32 Kepala Keluarga (KK). 

Berita Lainnya