sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BNPT: Ideologi terorisme tak kenal batas teritorial dan usia

Upaya penanggulangan terorisme tidak cukup hanya dilaksanakan oleh BNPT sendiri.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Selasa, 15 Des 2020 08:56 WIB
BNPT: Ideologi terorisme tak kenal batas teritorial dan usia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan penyebaran ideologi terorisme tidak mengenal batas teritorial dan usia, Jadi, perlu upaya bersama elemen bangsa untuk menanggulangi serta melakukan pencegahan.

"Kegiatan silahturrahmi kebangsaan kali ini merupakan wujud komitmen kami bersama untuk saling bekerjasama dalam menanggulangi penyebaran paham radikal terorisme di Indonesia," kata Sekretaris Utama (Sestama) BNPT, Mayjen TNI Untung Budiharto dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (15/12).

Menurut Untung, tidak ada satu pun masyarakat yang bisa dikatakan imun dari paham dan ideologi terorisme ini, termasuk aparat pemerintahan baik sipil, anggota TNI maupun Polri.

Karena itu, upaya penanggulangan terorisme ini tidak cukup jika hanya dilaksanakan oleh BNPT sendiri, tapi diperlukan sinergi yang kuat antara kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah (pemda) serta satuan wilayah dalam rangka melakukan deteksi dini, kesiapsiagaan dan penangkalan terhadap penyebaran paham radikal terorisme, kata Untung dalam acara Silaturahmi Kebangsaan BNPT RI Dengan Forkopimda Provinsi Bali Dalam Rangka Pencegahan Terorisme, Senin (14/12).

"Pertemuan dengan Forkopimda Bali ini adalah upaya untuk visi dan misi bersama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kebangsaan, salah satunya adalah persoalan radikal terorisme," ujar Untung.

Dari pertemuan ini, Untung berharap, terjalin komunikasi yang akan memperlancar kegiatan penanggulangan terorisme, terutama pencegahan baik melalui pencegahan dini maupun awal terbentuknya kegiatan terorisme di Bali.

"Kami akan mencoba meramu kebersamaan melalui silaturahmi kebangsaan dengan Forkominda baik dari pemda, Polri, TNI, Kejaksaan Agung, dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama membuat suatu visi yang sama dalam pencegahan terorisme," imbuhnya.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Bali, Dewa Made Indra mengatakan, dalam kegiatan ini banyak bertukar informasi tentang potensi paham radikal yang bisai melahirkan terorisme di Bali.

Sponsored

"Ini pertukaran informasi yang sangat baik karena BNPT menyampaikan informasi paham radikal yang potensial melahirkan terorisme, sementara kami di Bali juga memberikan informasi yang sama," kata Dewa Made Indra.

Berita Lainnya