sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPK bakal audit pengadaan-distribusi vaksin Covid-19

Pemerintah berencana mengimunisasi 181 juta penduduk. Kegiatan akan dibagi menjadi dua gelombang.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Sabtu, 09 Jan 2021 19:29 WIB
BPK bakal audit pengadaan-distribusi vaksin Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan memeriksa proses pengadaan dan distribusi vaksin Covid-19 demi memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai regulasi dan tata kelola.

"Kami akan melaksanakan pemeriksaan untuk memastikan bahwa kegiatan pengadaan dan distribusi vaksin Covid-19 telah dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan," ujar Ketua BPK, Agung Firman Sampurna, dalam pernyataan, Sabtu (9/1).

Dirinya melanjutkan, telah bertemu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Jumat (8/1). Sua membahas pengadaan dan distribusi vaksin Covid-19, termasuk potensi risiko yang terjadi.

"Permasalahan tersebut meliputi antara lain risiko finansial dalam pengadaan dan distribusi vaksin serta isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait keamanan, efikasi, dan efek samping, serta pelaksanaan distribusi vaksin kepada masyarakat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan rumah sakit," tuturnya.

Sponsored

Budi Gunadi sebelumnya mengklaim, pemerintah menyiapkan 426 juta vaksin Covid-19 untuk mengimunisasi 181 juta penduduk. Perinciannya, 125,5 juta dosis vaksin Sinovac, 50 juta dosis vaksin Novavax, dan 50 juta dosis dari kerja sama multilateral WHO dan Aliansi Vaksin Dunia (Covax-GAVI).

Gelombang pertama vaksinasi rencananya berlangsung pada Januari-April 2021. Kegiatan akan menyasar yang menyasar 1,3 juta tenaga kesehatan (nakes) se-Indonesia, 17,4 juta petugas publik, dan 21,5 lansia.

Tahap berikutnya pada April 2021-Maret 2022 dengan sasaran 63,9 juta masyarakat di daerah risiko penularan tinggi dan sebanyak 77,4 juta bagi masyarakat lain dengan pendekatan klaster sesuai ketersediaan vaksin.

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya

Catatan Setahun Penanganan Pandemi Covid-19

Senin, 01 Mar 2021 15:41 WIB

Jokowi Presiden, wajar disambut massa

Minggu, 28 Feb 2021 09:17 WIB

Rekomendasi drakor terbaru di Viu

Senin, 01 Mar 2021 20:39 WIB