sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPOM masih izinkan pemakaian vaksin AstraZeneca di Indonesia

Kemasan Vaxzevria, vaksin Covid-19 yang diproduksi AstraZeneca, kini dilengkapi informasi tentang risiko pembekuan darah.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 16 Apr 2021 15:33 WIB
BPOM masih izinkan pemakaian vaksin AstraZeneca di Indonesia

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga kini masih mengizinkan penggunaan Vaxzevria, vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca, di Indonesia.

"Penyuntikan dengan vaksin AstraZeneca masih bisa dilanjutkan. Namun, kejadian-kejadian apa pun menjadi pertimbangan," ucap Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, dalam telekonferensi, Jumat (16/4).

Dia melanjutkan, sekarang sudah dilengkapi risiko pembekuan darah dalam label kemasan Vaxzevria. "Itu adalah informasi kepada tenaga kesehatan yang gunakan AstraZeneca untuk hati-hati yang dikaitkan dengan risiko kejadian tersebut."

Penny menerangkan, risiko pembekuan darah bakal menjadi pertimbangan BPOM untuk menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Berdasarkan hasil kajian Pusat Obat-obatan Eropa (EMA) dan Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan (MHRA) di Inggris, keduanya sepakat dan merekomendasikan untuk terus menggunakan vaksin AstraZeneca dalam program vaksinasi sebab kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) pembekuan darah sangat jarang terjadi.

Jika dibandingkan dengana total penerima vaksin Covid-19 AstraZeneca, kasus KIPI pembekuan darah terbilang sedikit. Insiden tersebut belum ditemukan di Indonesia.

"Kalau dikaitakan dengan dunia internasional dan nasional, itu (kasus pembekuan darah) sangat jarang karena, kan, dampaknya untuk setiap manusia berbeda-beda. Yang menerimanya dan jenis vaksin yang berbeda (juga) akan memberikan efek berbeda,” tuturnya.

Empat orang di "Negeri Piza" dilaporkan meninggal karena pembekuan darah atau trombosis setelah menerima Vaxzevria. Pernyataan tersebut disampaikan Badan Farmasi Nasional Italia (AIFA) pada Kamis (15/4).

Berdasarkan laporan AIFA, berbagai efek samping terlihat setelah 0,5% dari 9,07 juta dosis diberikan antara 27 Desember 2020-26 Maret 2021. Efek samping terparah tercatat pada 0,04% kasus. Italia menggunakan 3 jenama, yakni Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna.

Sponsored

Sementara itu, beberapa negara Eropa sempat menangguhkan penyuntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Denmark adalah negara pertama yang mengumumkannya, disusul Austria.

Berita Lainnya