sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPOM terbitkan izin EUA vaksin AstraZeneca, efikasi 62%

Vaksin AstraZeneca juga telah digunakan di Inggris, Jerman, hingga Korea Selatan.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 09 Mar 2021 12:27 WIB
BPOM terbitkan izin EUA vaksin AstraZeneca, efikasi 62%

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan penggunaan izin darurat (emergency use authorization/EUA) untuk vaksin Covid-19 AstraZeneca. Vaksin tersebut dikembangkan di Oxford University, Inggris.

Vaksin AstraZeneca juga telah digunakan di Inggris, Jerman, hingga Korea Selatan. "Berdasar hasil evaluasi dan juga pertimbangan manfaat risiko, maka BPOM telah menerbitkan penggunaan izin darurat (terhadap vaksin Covid-19 AstraZeneca) pada 22 Februari 2021 yang lalu dengan nomor EUA 2158100143A1," ujar Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers virtual, Selasa (9/3).

Vaksin Covid-19 AstraZeneca dikemas dalam dus berisi 10 vial dengan volume masing-masing 5 ml. Berdasarkan, hasil uji klinik terhadap 23.745 subjek, pemberian dua dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca dengan interval 4-12 minggu terbukti aman dan dapat ditoleransi dengan baik.

Efek samping yang dilaporkan hanya ringan hingga sedang. Untuk reaksi lokasi, efek sampingnya seperti, nyeri saat ditekan (area disuntik), kemerahan, gatal, hingga pembengkakan.

Sementara reaksi sistemik, efek sampingnya seperti, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, meriang, nyeri sendi, mual, demam, dan muntah.

Merujuk hasil evaluasi khasiat, pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat merangsang pembentukan antibodi baik populasi dewasa maupun lansia. Setelah penyuntikan dosis kedua, populasi dewasa dengan rentang usia 18-60 tahun, antibodinya akan mengalami peningkatan 32 kali. 

Sedangkan untuk lansia diatas 60 tahun, antibodinya hanya akan mengalami peningkatan 21 kali.

Berdasarkan pemantauan selama dua bulan pasca penyuntikan dosis kedua, efikasi (kemanjuran) vaksin Covid-19 AstraZeneca sebesar 62% dan sudah sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau di atas 50%. 
Pengambilan keputusan persetujuan dikeluarkannya EUA berdasarkan rekomendasi dari hasil rapat pleno Komite Nasional Penilai Obat dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Sponsored

Sebelumnya, telah tiba sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 milik AstraZeneca di Tanah Air pada Senin (8/3). Vaksin tersebut dibawa menggunakan pesawat maskapai KLM dari Amsterdam, Belanda. Pesawat mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, sekitar 17.50 WIB.

Berita Lainnya