sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BSSN: Indonesia hadapi 2 macam ancaman ruang siber

Untuk menghadapi serangan di ruang siber khususnya yang bersifat sosial ini, harus kembali ke jati diri bangsa.

Andi Adam Faturahman
Andi Adam Faturahman Senin, 07 Des 2020 15:41 WIB
BSSN:  Indonesia hadapi 2 macam ancaman ruang siber
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian mengatakan, saat ini negara-negara di belahan bumi lain, termasuk Indonesia tengah menghadapi ancaman ruang siber yang dapat merugikan semua pihak. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat memproteksi negara dan rakyatnya dari ancaman ruang siber.

“Keamanan siber juga merupakan hal yang sangat penting bagi bangsa dan negara, karena bagaimana pun keamanan itu adalah sebuah hal pokok dalam berdirinya suatu negara,” ungkap Hinsa dalam teleconference pada Senin (7/12).

Hinsa juga menuturkan terdapat dua macam ancaman ruang siber tengah mengancam Indonesia. Yakni, ancaman fisikal atau teknikal yang bersifat menyerang sistem elektronik yang ada dan akan merusak infrastruktur yang ada. Kemudian, ancaman bersifat sosial yang sasarannya adalah hati dan pikiran manusia. Ancaman sosial inilah yang sangat perlu diwaspadai, karena sangat lebih berbahaya dampaknya.

“Kalau yang bersifat teknikal bertujuan untuk melumpuhkan infrastruktur yang sudah terhubung dengan internet, Kalau yang sosial ini langsung menyerang terhadap hati dan pikiran masyarakat yang mampu memengaruhi ide, pilihan, pendapat, emosi, sikap, tingkah laku, opini, dan motivasi sesuai dengan keinginan si penyerang,” sambungnya.

Untuk mengantisipasi dan menghadapi hal tersebut, Hinsa mengajak masyarakat untuk menjaga dan mengamankan pusat kekuatan bangsa, yaitu Pancasila. Hinsa memperkuat argumentasinya dengan memberikan bukti, bahwa kemerdekaan itu didapat karena adanya kesadaran untuk menciptakan persatuan. Persatuan tersebut juga terkandung dalam Pancasila sila ke-3, yakni Persatuan Indonesia.

“Kita harus membina dan menjaga pusat kekuatan. Kita juga harus menjaga ideologi dan falsafah Pancasila, karena di situlah pusat kekuatan kita, Persatuan Indonesia,” tegas Hinsa.

Hinsa juga menegaskan ancaman ruang siber ini adalah sesuatu yang nyata. Untuk itu, semua perlu mewaspadai dan kembali pada jati diri bangsa ini dengan menghormati nilai-nilai budaya dan leluhur, mengaplikasikan nilai-nilai agama. Serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Untuk menghadapi serangan di ruang siber khususnya yang bersifat sosial ini, kita harus kembali ke jati diri bangsa. Kita harus menghormati nilai-nilai budaya dan leluhur. Kita juga harus mengaplikasikan nilai-nilai agama, karena nilai-nilai agama semuanya baik untuk keserasian kehidupan manusia. Kemudian kita juga harus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila,” pungkasnya.

Sponsored
Berita Lainnya

Pakar dukung penegakan aturan larangan mudik

Jumat, 16 Apr 2021 08:15 WIB

Ben Wheatley beri bocoran film Meg 2

Kamis, 15 Apr 2021 19:40 WIB

Ngotot mudik, kasus Covid-19 akan meroket

Kamis, 15 Apr 2021 19:09 WIB