logo alinea.id logo alinea.id

Bulog kirim 20 ton beras bantu korban banjir Sulsel

20 ton beras yang dikirim merupakan bantuan tahap pertama Bulog untuk korban banjir di Sulawesi Selatan.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Rabu, 23 Jan 2019 10:42 WIB
Bulog kirim 20 ton beras bantu korban banjir Sulsel

Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengirimkan 20 ton beras untuk membantu korban banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sulsel. Pengiriman bantuan ini, dilakukan untuk merespons permintaan bantuan pemerintah daerah Sulsel.

"Saya barusan berbicara dengan Pak Wagub, yang mewakili Gubernur Sulsel, untuk proses penyaluran bantuan beras sebesar 20 ton dari Bulog tahap pertama," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sulselbar, Mansyur, di Makassar, Rabu (23/1).

Dia menjelaskan, bantuan 20 ton beras tersebut akan dikirim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Gowa, Kabupaten Jeneponto, dan daerah lain terdampak banjir, termasuk Kabupaten Maros, Pangkep dan Barru.

Selain itu Bulog juga mengirimkan bantuan perahu karet untuk melakukan evakuasi warga di Kabupaten Gowa.

Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyatakan, permintaan bantuan kepada Bulog dilakukan karena banyaknya korban yang berada di pengungsian dan membutuhkan bantuan.

Menurutnya, selain berkoordinasi dengan Bulog, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Sulsel.

Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulsel, melaporkan enam orang meninggal akibat banjir dan longsor yang terjadi. Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, banjir dan tanah longsor terjadi akibat meluapnya air sungai Jeneberang di Bendungan Bili-bili.

"Kita berduka cita atas adanya korban meninggal dalam musibah bencana alam ini. Kita terus berupaya melakuan evakuasi dan membantu warga yang terdampak banjir," ujarnya di Gowa, Selasa (22/1). 

Sponsored

Muh. Jihadul Arifin, seorang warga Perumnas Antang Makassar yang menjadi korban, mengaku tak sempat menyelamatkan barang berharga saat banjir datang. Menurutnya, volume air dengan cepat meninggi hingga dirinya lebih memilih untuk menyelamatkan diri dan keluarga.

"Tidak sempat lagi kita menyelamatkan barang berharga karena air langsung tinggi. Kalau tanda-tandanya setinggi mata kaki kemudian meninggi, kita masih bisa menyelamatkan barang-barang berharga," kata Jihadul Arifin di Makassar, Rabu (23/1). (Ant)