sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Bupati Muara Enim Ahmad Yani resmi tersangka korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Muara Enim Ahmad Yani sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 04 Sep 2019 00:33 WIB
Bupati Muara Enim Ahmad Yani resmi tersangka korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Muara Enim Ahmad Yani sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Selain Ahmad Yani, KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka. Para tersangka itu yakni Kepala Bidang Pembangunan Jalan yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin Muhtar; serta seorang swasta bernama Robi Okta Fahlevi. 

"Setelah melakukan pemeriksaan sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK tingkatkan tiga orang tersangka dalam proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, saat konfrensi pers, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/9).

Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya terjaring giat operasi senyap pada Senin (2/9) malam. Adapun uang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu sebesar US$35.000 yang merupakan fee sebesar 10% dalam proyek tersebut. 

Sponsored

Atas perbuatannya, Ahmad Yani dan Elfin Muhtar yang diduga sebagai pihak penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Robi yang diduga sebagai pihak pemberi dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Berita Lainnya