sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Capaian SDG’s terkendala angka kemiskinan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan target capaian Sustainable Development Goals (SDGs) masih terkendala tingginya angka kemiskinan.

Armidis
Armidis Rabu, 27 Feb 2019 17:02 WIB
Capaian SDG’s terkendala angka kemiskinan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan target capaian Sustainable Development Goals (SDGs) masih terkendala tingginya angka kemiskinan

Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Doddy Izwardy mengatakan faktor kemiskinan yang dihadapi masyarakat turut memperlambat langkah pemerintah menyiapkan generasi yang cukup gizi dan nutrisi.

Doddy menyebut kemiskinan itu membuat masyarakat sulit untuk mengakses gizi dan nutrisi yang cukup baik untuk ibu hamil maupun untuk anak.  Akibatnya, angka kekurangan gizi kronis (stunting) dan penurunan berat badan ekstrem (wasting) masih besar.

"Angka kemiskinan kita turunnya sedikit sekali. Tahun 2018 saja angka kemiskinan kita masih 9,82%," kata Doddy di Jakarta, Rabu (27/2).

Di sisi lain, Doddy mengatakan Kemenkes belum puas dengan capaian mengatasi stunting. Prevalensi stunting baru turun sebesar 7% yakni dari 37,2% menjadi 30,8%. Begitu pula dengan wasting,  sebelumnya 12,1% turun menjadi 10,2%. Menurut Doddy, capaian itu masih jauh dari angka indikator lewat SDGs dengan target prevalensi stunting sebesar 20%.

Doddy mengklaim Kemenkes terus berusaha mengatasi masalah stunting dengan berbagai program, salah satunya pemeriksaan ibu hamil.

Selain itu, Doddy juga mendorong masyarakat memperkaya pengetahuannya soal gizi dan nutrisi.  "Itu penting bagi masyarakat. Jadi praktik baik harus ada. Bagaimana mereka meningkatkan pengetahuannya soal gizi," kata dia.

Ketua Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA), Rivanda Idiyanto mengatakan, kolaborasi antara APPNIA dengan Kemenkes akan terus dilanjutkan. Sebanyak 10 perusahaan di APPNIA fokus menyediakan pangan ibu dan anak yang berkualitas sesuai standar keamanan pangan.

Sponsored

Dalam waktu dekat, kata Rivanda, pihaknya akan meluncurkan program edukasi kepada masyarakat menyangkut pemahamannya soal gizi. Dia berharap, upaya itu bisa mengatasi poin dua dan tiga dari indikator SDGs.

"Kita akan lakukan program-program yang terkait langsung dengan kebutuhan gizi ibu dan anak," kata Rivanda.