sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Catatan PBNU terkait wacana sertifikasi khatib

Saifullah menilai, sejumlah penyiar Islam belum berkapasitas, tetapi telah berdakwah.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Rabu, 19 Feb 2020 05:21 WIB
Catatan PBNU terkait wacana sertifikasi khatib
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tak mempersoalkan wacana Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, untuk menyertifikasi khatib. Namun, sifatnya jangan mengekang.

"Sah-sah saja untuk kebutuhan. Pada level tertentu, seseorang harus memiliki sertifikasi A, B, C, dan seterusnya, tetapi tidak bisa kalau sertifikasi itu dijadikan alat untuk membatasi atau mengekang dakwah," ujar Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU, Saifullah Amin, di Jakarta, Selasa (18/2).

Menurutnya, wacana tersebut tak bermasalah untuk diterapkan. Apalagi, dianggapnya banyak penyiar ajaran Islam yang belum berkapasitas, tetapi telah berdakwah.

"Ada beberapa pendakwah yang memang semestinya belum dalam kapasitasnya, sudah melakukan dakwah pada level-level tertentu. Yang mestinya dia belum di sana," tuturnya.

Dia menambahkan, pemerintah jangan membatasi khatib dalam menyiarkan ajaran agama melalui sertifikasi. "Selama itu bisa membuat masyarakat tenteram," ucap Saifullah.

Ma'ruf Amin sebelumnya menyatakan, khatib harus bersertifikat dan berkomitmen terhadap bangsa. Mengingat posisinya sebagai penceramah akan berpengaruh pada cara berpikir, bersikap, dan bertindak umat.

"Khatib itu, omongannya betul-betul harus membawa kemaslahatan. Makanya, perlu ada sertifikasi khatib. Yang bacaannya benar, komitmennya benar, diberi sertifikat," katanya, beberapa waktu lalu.

Eks Rais Aam PBNU ini berpandangan, khatiba mesti memiliki pemahaman Islam yang benar dan baik. Dari segi pelafazan maupun pemaknaan terhadap ayat-ayat Al Quran. Sehingga, ceramahnya tak disalahartikan umat.

Sponsored

"Khatib harus memiliki kompetensi. Pemahamannya tentang agama harus betul. Harus lurus. Cara pengucapan, lafaznya, harus benar. Jadi, harus diseleksi khatib itu. Harus punya kompetensi," tutup dia. (Ant)

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya