sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cegah polemik, Polri diminta usut hubungan Rizieq-ISIS

Dalam sebuah video, pentolan FPI, Habib Rizieq, sempat menyatakan dukungannya untuk ISIS.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Rabu, 17 Feb 2021 20:55 WIB
Cegah polemik, Polri diminta usut hubungan Rizieq-ISIS
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Polri disarankan memeriksa pentolan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, terkait video yang berisi pernyataannya mendukung ISIS. Penegakan hukum bisa membuktikan seperti apa hubungan keduanya.

"Proses justitia memang sebaiknya ditindaklanjuti untuk kepastian hukum, siapa pun yang terlibat pada kasus ini," kata pakar hukum pidana Universitas Indonesia (UI), Indriyanto Seno Adji, Rabu (17/2).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, sempat memutar video Rizieq berorasi dan menyatakan dukungannya untuk ISIS saat telekonferensi tentang pembubaran FPI, beberapa waktu lalu. Video berdurasi lebih dari dua menit itu diduga diambil pada 20 Februari 2017.

Dalam orasinya, Rizieq menyerukan, "Apa yang baik dari ISIS kita akui baik, cita-cita mulianya menegakkan dan menerapkan syariat Islam hal yang baik. Cita-citanya untuk menerapkan khilafah Islamiah hal yang baik. Cita-citanya untuk melawan kezaliman Amerika Serikat dan sekutunya cita-cita yang baik." 

"Saya tanya, hal-hal yang baik dukung tidak? Dukung tidak? Takbir!" seru Rizieq di depan para pendukungnya.

Meski kejadiannya sudah cukup lama, menurut Indriyanto, pernyataan Rizieq tersebut masih bisa diproses hukum. "Sepanjang tidak kedaluwarsa, tetap bisa."

Dirinya melanjutkan, mungkin penegak hukum bukan tidak memproses kasus tersebut, tetapi masih mengumpulkan alat bukti. "Ini tidak sekadar ucapan RS, tapi diperlukan penguatan alat bukti," jelasnya.

Indriyanto juga menilai, pernyataan dukungan Rizieq untuk ISIS memiliki dampak besar bagi para pengikutnya, terutama FPI, terhadap gerakan terorisme "yang terbukti pengungkapannya." 

Sponsored

Sementara itu, kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar, membantah kliennya mendukung ISIS dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Menurutnya, Rizieq tidak mendukung kedua kelompok terorisme itu sejak 2014.

Berita Lainnya