sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cegah surat vaksinasi palsu, naik pesawat harus pakai Pedulilindungi

Integrasi data ini ditujukan untuk menghindari penggunaan hasil tes dan kartu vaksinasi manual yang mudah dipalsukan.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Selasa, 20 Jul 2021 18:23 WIB
Cegah surat vaksinasi palsu, naik pesawat harus pakai Pedulilindungi

Hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dan surat vaksinasi palsu kini marak digunakan penumpang pesawat. Untuk mencegah pemalsuan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan aplikasi Pedulilindungi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan udara.

Peraturan tersebut, akan berlaku sementara untuk penerbangan Jakarta-Bali-Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Sekjen Kemenkes), Oscar Primadi, menyatakan, integrasi data ini ditujukan untuk menghindari penggunaan hasil tes dan kartu vaksinasi manual yang mudah dipalsukan.

Dia menjelaskan, informasi hasil tes swab PCR dan bukti vaksinasi sebagai syarat melakukan perjalanan udara juga akan secara otomatis tercantum pada aplikasi Pedulilindungi.

Sponsored

"Penerapan sistem check in online dengan database hasil tes PCR dan vaksinasi sudah kami uji coba selama dua minggu dan berjalan dengan baik. Mulai hari ini, kebijakan tersebut kami berlakukan secara resmi karena selain menghindari bukti tes dan vaksinasi palsu, mekanisme ini memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat," kata Oscar dalam keteranganyanya dikutip dari laman kemenkes.go.id, Selasa (20/7).

Dengan mekanisme tersebut, Oscar menerangkan, bisa dipastikan bahwa hanya penumpang yang sehat yang bisa masuk ke pesawat. Semua data penumpang yang telah melakukan vaksinasi dan hasil pemeriksaan PCR/antigen tersimpan aman dalam big data Kemenkes yang diberi nama New All Record atau NAR. 

"Seluruh big data NAR ini terkoneksi dengan aplikasi Pedulilindungi sehingga proses pengisian e-HAC yang selama ini sudah berjalan tidak akan berlaku lagi dan beralih ke aplikasi Pedulilindungi," ungkapnya.
 
Dengan diberlakukannya kebijakan ini, penumpang yang akan bepergian dapat melakukan pemeriksaan tes swab PCR di laboratorium yang telah terafiliasi dengan Kemenkes.
 
"Saat ini, sudah ada sejumlah lab yang terafiliasi dengan Kemenkes dan memasukkan data ke dalam NAR, sehingga hanya hasil swab PCR dari lab tersebut yang dapat dipakai sebagai syarat penerbangan," beber dia.
 
Dengan mekanisme baru ini, maka pengecekan kesehatan penumpang dilakukan saat keberangkatan dan bukan saat kedatangan. Jadi, menurut dia, bisa membuat para penumpang merasa lebih aman dan nyaman.
 
"Di situasi seperti ini, pengecekan hasil tes kesehatan perlu dilakukan secara ketat untuk memastikan penumpang pesawat benar-benar dalam keadaan sehat. Melalui integrasi sistem ini, kami dapat mendorong dan memantau pelaksanaan tes serta lacak secara real time sehingga ini akan membantu upaya penurunan laju penyebaran Covid-19," tandas Oscar.

Berita Lainnya