sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19 di Jakarta kembali naik, jangan biarkan Anies tarik rem darurat

Sejak PSBB masa transisi penambahan mencapai lebih dari 6000 ribu kasus baru.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 13 Jul 2020 15:48 WIB
Covid-19 di Jakarta kembali naik, jangan biarkan Anies tarik rem darurat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Kasus Covid-19 di Jakarta kembali melonjak tajam. Pada Minggu (12/7), peningkatan coronavirus di ibu kota mencapai 404 kasus. Ketua Komisi A DPRD DKI, Mujiyono mengaku, khawatir atas meroketnya angka Covid-19 di ibu kota.

Sebab, sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi, penambahan mencapai lebih dari 6000 ribu kasus baru. "Ini masyarakat kebablasan tidak berdisiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Saya kira, anggapan new normal di benak masyarakat selama ini keliru. Mereka menganggap, PSBB transisi ini kembali ke keadaan seperti sedia kala," kata Mujiyono, kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/7).

Alhasil, menurut politikus Partai Demokrat itu, masyarakat secara umum cenderung abai terhadap protokol kesehatan yang terus digemborkan pemerintah. Dia menjelaskan, pelonggaran PSBB harus tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

"New normal itu bukan normal. Tapi kondisi kehati-hatian dalam masa pendemi. Masa di mana vaksin belum ditemukan. Dan new normal diterapkan untuk pergerakan ekonomi. Jangan biarkan pak gubernur menarik rem darurat," bebernya.

Di Singapura, kata Mujiono, kondisi ekonomi tidak bergerak selama tigabulan karena lockdown tidak menyebabkan keuangan negara itu kolaps. Lain halnya dengan Indonesia, saat PSBB diterapkan kondisi keuangan negara langsung terkontraksi. 

Sebelumnya, Gubernur DKI, Anies Baswedan membeberkan, kasus Covid-19 di ibu kota selama masa PSBB transisi mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Sejak PSBB transisi dimulai dari 4 Juni dan sampai hari Minggu (12/6) ini, tercatat ada 6.748 kasus baru Covid-19.

"Memang (tinggi) karena kita aktif melakukan tracing, dan selama ini (ada) tambah kasusnya tapi positivity rate di bawah lima persen," kata Anies melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Minggu (12/7).

Diketahui, Kasus harian Covid-19 di Jakarta pada Minggu (12/7), berada di angka tertinggi mencapai 404 orang. Secara akumulasi, kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 14.361 orang. 

Sponsored

"Sampai dengan hari ini kami laporkan, 554 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.905 orang melakukan self isolation di rumah," kata Ani.

Berita Lainnya