sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Covid-19 menjadi 227 kasus, 19 orang meninggal

Jakarta menjadi wilayah dengan korban meninggal paling banyak.

Ayu mumpuni Achmad Al Fiqri Adi Suprayitno
Ayu mumpuniAchmad Al Fiqri | Adi Suprayitno Rabu, 18 Mar 2020 16:37 WIB
Covid-19 menjadi 227 kasus, 19 orang meninggal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2092
Dirawat 1751
Meninggal 191
Sembuh 150

Kasus infeksi Covid-19 di Indonesia bertambah 55 kasus hingga Rabu (18/3) pukul 12.00 WIB. Jumlah pasien meninggal juga meningkat menjadi 19 orang.

"Total keseluruhan sampai Rabu (18/3) pukul 12.00 WIB adalah 227 kasus positif," kata juru bicara pemerintah dalam penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat menyampaikan keterangan resmi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Jakarta, Rabu (18/3).

Jumlah tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Di Banten, terdapat empat kasus positif coronavirus. Di DIY satu kasus, DKI Jakarta 30 kasus, Jawa Barat 12 kasus, Jawa Tengah dua kasus, dan masing-masing satu kasus di Sumatera Utara, Lampung, Riau, dan Kalimantan Timur.

Dari 227 kasus yang ada, 11 orang telah dinyatakan sembuh. Adapun 19 lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Peningkatan jumlah pasien meninggal lantaran sejumlah rumah sakit baru melaporkan datanya sejak 12 Maret 2020.

"Sampai pukul 12.00 WIB, kasus meninggal di Bali satu, Banten satu, Jakarta 12, Jabar satu, Jateng dua, Jatim satu, dan Sumut satu," ujarnya.

Saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia tengah memasuki fase kenaikan. Menurutnya, fase tersebut juga dialami semua negara yang terjangkit Covid-19.

Peningkatan kasus juga dikarenakan gencarnya upaya pemerintah dalam melakukan tracing. Di sisi lain, masyarakat juga banyak yang berinisiatif memeriksakan dirinya.

Sponsored

"Fase awal memang semakin naik dan diprediksikan tidak akan terjadi panjang. Diharapkan April masyarakat sudah bisa melihat hasilnya dan terkendali," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut pasien positif Covid-19 di Jatim mencapai delapan orang, satu pasien meninggal dunia.

Khofifah menilai, perkembangan wabah Covid-19 sangat dinamis. Per hari ini jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) mencapai 29 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 11 orang.

Hasil pemeriksaan, pasien yang dinyatakan positif terinfeksi coronavirus mencapai enam orang dan saat ini dirawat di rumah sakit di Surabaya. Sementara dua orang dirawat RSU Saiful Anwar Malang. Namun satu pasien RSU Saiful Anwar tersebut meninggal dunia.

"Kemarin saya sampaikan ada enam yang diperiksa tropical medical Unair. Ada dua orang positif yang diperiksa di Balitbangkes Kemenkes. Yang diperiksa Balitbangkes dua-duanya dari Saiful anwar Malang," ujar Khofifah saat jumpa pers, di Grahadi, Rabu (18/3).

Penanganan dan pencegahan covid-19 harus dilakukan pressing. Pemprov Jatim sudah mulai melakukan pressing dengan menyiapkan 30 tim reaksi cepat Dinkes dan 1600 tim reaksi cepat dari Dinas Sosial.

Selain itu, Khofifah juga meminta kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) membantu tracking terhadap masyarakat yang masuk kategori orang dengan risiko karena pernah kontak langsung dan kontak fisik dengan mereka yang sudah teridentifikasi Covid-19. Berdasarkan tracking itu, tim dokter bisa melakukan isolasi.

"Saya ingin menyampaikan isolasi bukan diasingkan. Tetapi diobservasi paling tidak 14 hari masa inkubasi. Kami sudah melakukan tracking mulai hari ini," ungkapnya.

Mantan menteri sosial itu juga akan mengedarkan surat edaran kepada Puskemas, Polindes, Poskendes dan Puskemas Pembantu (Pustu) agar membuka posko. Dengan adanya posko tersebut dikharapkan mencegah kepanikan masyarakat yang ingin memeriksa gejala batuk, flu, dan demam.

"Hari ini sudah menyiapkan SE minta Pukesmas, Pustu,  Polindes, Poskendes membuka posko di masing-masing daerahnya. Diharapkan lebih aktif lagi besok," tuturnya.

Gubernur tidak berharap setiap Pustu ada dokternya. Tetapi berharap tiap Pustu dan Polindes, Poskendes ada bidan dan perawat yang dapat memberi edukasi dan sosialisasi ke masyarakat. Jika masyarakat ingin melakukan tes kesehatan, bisa ke Puskesmas. 

"Apa mereka yang konfirmasi dari tetangga, dari medsos supaya mendapatkan ketenangan kalau dapat mengakses faskes terdekat," pungkasnya.

Sanksi bagi kaum Covidiot

Sanksi bagi kaum Covidiot

Sabtu, 04 Apr 2020 13:20 WIB
Kalut Covid-19 di tangan Luhut

Kalut Covid-19 di tangan Luhut

Jumat, 03 Apr 2020 13:12 WIB
Berita Lainnya