sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Penyebaran Covid-19 makin meluas, Pilwagub DKI sebaiknya ditunda

DPRD DKI harusnya mengikuti arahan pemerintah dan para ahli kesehatan untuk menghidari keramaian.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Kamis, 19 Mar 2020 14:42 WIB
Penyebaran Covid-19 makin meluas, Pilwagub DKI sebaiknya ditunda
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23851
Dirawat 16321
Meninggal 1473
Sembuh 6057

Desakan usulan penundaan pemilihan wakil gubernur (pilwagub) DKI Jakarta terus bergulir. Mengingat penyebaran virus corona anyar alias Covid-19 terus bertambah jumlahnya, DPRD DKI diminta tidak memaksakan kehendak.  

Wakil Ketua DPRD DKI Abdurahman Suhaimi menegaskan, paripurna Pilwagub  DKI semestinya ditunda. Ini demi keselamatan dan memperkecil ruang penyebaran virus corona. Apalagi, DKI saat ini mendominasi kasus pasien positif Covid-19.

"Rencananya, 23 Maret 2020. Tapi, korban wabah corona di Jakarta semakin bertambah. Bahkan ada anggota dewan sudah ada yang suspect," kata Suhaimi saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (19/3).

Menurut Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI itu, keselamatan harus diutamakan dibanding kegiatan atau agenda lain di dewan Kebon Sirih. Termasuk agenda pemilihan pendamping Gubernur Anies Baswedan.

"Jika dipaksakan dengan mengabaikan keselamatan jiwa, mengabaikan arahan para ahli kesehatan, mengabaikan arahan pemerintah maka terlalu mahal (harganya pemilihan) wagub," kata Suhaimi.

Suhaimi menuturkan, karena kondisinya yang tidak memungkinkan pemilihan wagub harus diundur. Kata dia, fokus DPRD saat ini seharusnya membantu bersama melawan Covid-19 di ibu kota. 

Dia menyayangkan, Pilwagub DKI saat ini terkesan dipaksakan. Padahal, kata dia, dulu pemilihan pengganti Sandiaga Uno malah sempat dihambat-hambat pelaksanaannya.

"Kenapa harus dipaksakan, dulu dihambat hambat, sekarang dikejar hingga tidak perduli dengan keselamatan jiwa. Ada apa ini? Harus konsistenlah," ujarnya.

Sponsored

Kata dia, sebagai pimpinan dewan, ia merasa memiliki tanggungjawab untuk menjaga keselamatan legislator Kebon Sirih.  Dia khawatir jika tetap diselenggarakan malah berdampak buruk.

"Jika, ada yang terpapar corona akibat meremehkan virus ini. Maka, akan sangat fatal dampaknya kepada dirinya, keluarganya, dan lingkungan," ujarnya.

"Semoga fraksi-fraksi di DPRD DKI, setuju dengan pandangan saya ini. jadi, sepakat untuk menunda paripurna sampai reda dari wabah corona," tambah Suhaimi.

Berita Lainnya