sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

CPI Indonesia rendah, KPK: Berhubungan erat dengan politik

Kondisi ini tak kalah erat kaitannya dengan situasi politik dalam negeri. Terutama, proses pilkada yang ditengarai sarat perilaku koruptif.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Selasa, 27 Okt 2020 13:57 WIB
CPI Indonesia rendah, KPK: Berhubungan erat dengan politik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 569.707
Dirawat 81.669
Meninggal 17.589
Sembuh 470.449

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar, mengatakan, Corrupption Perception Index (CPI) Indonesia sebesar 40 pada 2019. Sementara itu, peringkat tanah air ada di urutan 85 dari 180 negara.

Menurut Lili, pengukuran melalui metode tersebut memperlihatkan persepsi publik terhadap tingkat korupsi di sebuah negara tidak hanya berhubungan dengan pelanggaran hukum semata. Akan tetapi, imbuhnya, juga berpengaruh terhadap aspek-aspek sosial, ekonomi, dan politik.

"Dengan tingkat CPI sebesar 40 pada pada 2019 dan peringkat 85 dari 180 negara yang disurvei, tentu saja menunjukkan bahwa masih kuatnya penilaian publik internasional terhadap praktik korupsi yang ada di Indonesia," ujarnya dalam Webinar Pembekalan Pilkada Berintegritas 2020, Selasa (27/10).

Lili menambahkan, kondisi tersebut tak kalah erat kaitannya dengan situasi politik dalam negeri. Terutama, jelasnya, berhubungan dengan proses pemilihan kepala daerah (pilkada) yang ditengarai sarat perilaku koruptif.

Berdasarkan kondisi tersebut, Lili menjelaskan, pelaksana pengukuran CPI telah mengusulkan adanya sejumlah perbaikan di sektor politik. Beberapa di antaranya, mengelola secara baik benturan kepentingan yang bakal terjadi dan mengontrol kendaraan politik.

"Bagaimana kemudian memperkuat integritas pemilu, mengatur keterbukaan aktivitas lobi politik, kemudian perlakuan yang sama terhadap setiap warga negara, memperkuat juga peran pada masyarakat sipil dan tak kalah penting adalah menguatkan pada fungsi check and balances," jelasnya.

Perbaiki diperlukan karena negara maju tingkat korupsinya rendah yang ditunjukkan dengan CPI tinggi. Selain itu, imbuh Lili, juga memperlihatkan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

"Sebuah negara maju tingkat korupsinya rendah yang ditunjukkan dengan CPI yang tinggi dan memperlihatkan tentang pertumbuhan ekonomi yang stabil. Tentu saja kepercayaan investor yang tinggi dan baik, dan adanya iklim usaha yang sehat," ucapnya.

Sponsored
Untuk apa dan siapa wacana klasifikasi SIM C?

Untuk apa dan siapa wacana klasifikasi SIM C?

Sabtu, 05 Des 2020 16:12 WIB
Geliat staycation pengusir penat

Geliat staycation pengusir penat

Jumat, 04 Des 2020 16:55 WIB
Berita Lainnya