sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Crazy rich Tanjung Priok apresiasi permintaan maaf Yasonna

Wakil Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengaku sempat kesal.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 23 Jan 2020 15:56 WIB
<i>Crazy rich</i> Tanjung Priok apresiasi permintaan maaf Yasonna
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23165
Dirawat 15870
Meninggal 1418
Sembuh 5877

Permintaan maaf Menteri Hukum dan HAM (MenkumHAM), Yasonna Laoly ihwal pernyataan tingginya kriminalitas di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, diapresiasi Wakil Komisi III DPR, Ahmad Sahroni.

Menurut politikus NasDem yang dijuluki crazy rich ini, permintaan maaf MenkumHAM itu harus juga dilihat oleh masyarakat Tanjung Priok sehingga masalah ini tak berlanjut dan dibesar-besarkan.

"Sudah selesai tadi malam. Ama Tanjung Priok Pak Yasonna wes selesai. Apresiasi, sudah tidak perlu diperpanjang," kata Sahroni di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/1).

Sahroni memang sempat kesal dengan pernyataan Yasonna meski mengklaim berdasarkan bukti ilmiah, karena disampaikan secara terbuka ke publik.

"Itu kan kajian tentang akademisi, masyarakat bawah ini kan tidak paham. Kalau kita kita intelektual pasti memahami. Tapi di situ kalau pun ada kriminalitas ada kemiskinan, mestinya tidak usah disampaikan dalam publik manapun. Kenapa? Karena ini condong pada satu wilayah," jelasnya.

Dia menambahkan, aksi masyarakat Tanjung Priok di depan gedung KemenkumHAM kemarin berlangsung damai. Aksi tersebut, lanjut dia, berangkat dari keresahan dan kekesalan warga.

Dia berharap Yasonna bisa mengambil hikmah dari masalah ini, termasuk pejabat publik lainnya agar tidak mengumbar pernyataan yang memicu keresahan publik, sekalipun itu ilmiah.

Hati-hati dengan lidah

Sponsored

Senada dengan Sahroni, rekan separtainya di PDI-P yang juga Ketua Komisi III DPR l, Herman Herry mengingatkan Yasonna agar lebih hati-hati melempar pernyataan di depan publik.

"Dalam fungsi pengawasan sebagai politisi, MenkumHAM juga politisi, saya hanya bilang mbok ya lain kali hati-hati dengan lidah. Walaupun saya juga seringkali keseleo dalam lidah," ujar Herman.

Herman meluruskan bahwa Yasonna tidak bermaksud menghina masyarakat Tanjung Priok. Bagi dia, kasus ini hanyalah miss persepsi sejumlah pihak yang tidak utuh membaca pernyataan Yasonna.

"Salahnya beliau menyebutkan nama satu daerah, kemudian mengutip secara sepotong. Maka timbullah ketersinggungan," ujar Herman.

Sebelumnya, dalam kesempatan menghadiri acara "Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)" di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta Timur pada Kamis (16/1), Yasonna sempat memberikan materi mengenai kriminalitas.

Dalam sambutannya, Yasonna menyebut kemiskinan merupakan sumber tindakan kriminal. karena itu semua pihak harus peduli dan menyelesaikan masalah ini bersama.

Hanya saja, sebagai pembanding, Yasonna menyebutkan wilayah Tanjung Priok sebagai contoh daerah miskin yang banyak melahirkan kriminalitas. Hal itu, kata Yasonna tidak terjadi di wilayah elite seperti Menteng.

Pernyataan ini memicu reaksi masyarakat Tanjung Priok. Mereka mendatangi Gedung KemenkumHAM, di Jalan Haji Rasuna Said Kav 6-7, Kuningan, Jakarta Selatan, dan berujung pada permintaan maaf Yasonna.

"Saya berharap permintaan maaf ini bisa menyelesaikan setiap perdebatan," kata MekumHAM Yasonna.

Berita Lainnya