sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Curah hujan tahun ini lebih tinggi imbas La Nina

Wilayah yang mengalami dampak lebih dalam ada di Pulau Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Sabtu, 14 Nov 2020 11:16 WIB
Curah hujan tahun ini lebih tinggi imbas La Nina

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, La Nina akan mengakibatkan curah hujan pada musim hujan 2020 lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

La Nina merupakan fenomena yang ditandai dengan suhu lebih dingin di kawasan Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, sedangkan di bagian barat lebih panas. Sehingga, memicu meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia.

"Musim hujan tahun ini, kita perkirakan jumlah curah hujannya akan lebih banyak dari normalnya karena ada fenomena La Nina," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, A. Fachri Radjab, dalam gelar wicara "Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita" pada Sabtu (14/11).

Dia menyampaikan, BMKG sudah mendeteksi aktifnya dampak La Nina sejak pertengahan September. Itu diketahui berdasarkan pengukuran suhu muka air laut yang menunjukkan indeksnya lebih rendah dari batas ambang La Nina.

Sponsored

"Pada September kemarin, indeks suhunya -0,8. Artinya, sudah lebih rendah dari batasnya. Batas kalau dibilang La Nina itu kalau 0,5. Dan terakhir pengukuran di akhir Oktober kemarin sudah -1,1. Jadi, sudah La Nina dengan intensitas menengah dan berat," terangnya.

Karenanya, masyarakat dan pemerintah diminta mewaspadai tingginya curah hujan pada tahun ini, terutama di wilayah lebih terdampak seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

"Bukan berarti Sumatera cuaca akan baik-baik saja. Walaupun tidak ada La Nina, Sumatera sudah musim hujan juga," terang Fachri.

Berita Lainnya