sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dalih DPR ngotot dorong pengembangan vaksin Nusantara

BPOM sebelumnya merekomendasikan tahapan uji klinis vaksin Nusantara tidak dilanjutkan.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 14 Apr 2021 13:38 WIB
Dalih DPR <i>ngotot</i> dorong pengembangan vaksin Nusantara

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melkiades Laka Lena, menyatakan, efikasi sejumlah vaksin Covid-19 tergolong rendah. Karenanya, parlemen ngotot mendorong pengembangan vaksin Nusantara.

"Kualitas vaksin juga (jadi pertimbangan)," katanya usai mengikuti proses vaksinasi Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (14/4). "Kemarin, China katakan, 'Efikasi Sinovac itu rendah'. Itu yang ngomong yang punya produk, loh, bukan kita."

Alasannya lainnya, pasokan vaksin yang tersedia jumlahnya terbatas menyusul kebijakan embargo oleh negara produsen. "Mumpung ada produk seperti ini, kita dukung. Dalam negeri pula."

"Kami ingin (vaksin Nusantara) segera diproses. Kalau memang ini oke, dibikin dalam bentuk kemasan, ya, kita pakai," janji Melki.

Sponsored

"Mau milih untuk dalam negeri atau luar negeri? Kalau mau memilih, negara ini ingin berputar ekonominya, bisa segera sehat, apalagi vaksin sekarang lagi susah," tutur politikus Partai Golkar itu.

Sekalipun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengusulkan tahapan uji klinisnya tak dilanjutkan, parlemen terus mendorong pengembangan vaksin Nusantara. Belakangan, sejumlah anggota Komisi IX DPR bahkan bersedia menjadi relawan uji klinis tahap II.

Ada sekitar 10 legislator yang menjadi relawan. Pimpinan Komisi Kesehatan, Melkiades Laka Lena dan Nihayatul Wafiroh, misalnya.

Berita Lainnya