sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dalih RS Persahabatan tak layani wartawan tes Covid-19

Perwakilan RS Persahabatan menyampaikan permohonan maaf.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 16 Mar 2020 17:45 WIB
Dalih RS Persahabatan tak layani wartawan tes Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Persahabatan Rita Rogayah membantah tidak melayani para awak media yang hendak melakukan tes coronavirus (Covid-19), Minggu (15/3).

"Memang waktu saat wartawan ada banyak di (RS) Persahabatan, kami semua sedang mengadakan pertemuan yang kami anggap ini sangat penting untuk pelayanan ke pasien. Bukan kami tidak ada, justru pada hari Minggu itu kami semua ada. Saya ada," kata Rita, saat konfrensi pers, di kantornya, Jakarta Timur, Senin (16/3).

Diketahui, sejumlah awak media melakukan pengecekan kesehatan di RS Persahabatan menyusul adanya seorang petinggi negara dinyatakan positif corona. Pihak RS Persahabatan hanya memberikan formulir pendaftaran kepada para jurnalis tersebut.

Atas dasar itu, Rita mewakili RS Persahabatan menyampaikan permohonan maaf. Dia mengaku tidak menyarankan para awak media melakukan cek Covid-19, untuk mengantisipasi penyebaran virus.

"Bapak-bapak kan waktu saat ini pasti takut (terjangkit Covid-19). Sebetulnya, mungkin tidak ada gejala tapi takut. Kalau bapak tadi mengisi form kemudian datang, sesuai dengan alur yang kami buat, bapak berati gabung dengan pasien-pasien yang sudah bergejala. Di tempat itu adalah semua yang bergejala," tutur Rita.

"Belum tentu bapak-bapak ini semua bergejala. Makanya saya bilang, jangan, nanti gabung. Karena kami mau yakini dulu, jangan sampai yang tadinya tidak ada apa-apa, gabung dengan orang yang ada gejala," sambungnya.

Menurutnya, terdapat proses munculnya gejala jika seseorang telah melakukan kontak dengan pasien positif corona. Untuk itu, dia menyarankan masyarakat yang telah kontak dengan pasien positif covid-19 dapat beristirahat di kediamannya masing-masing selama 2 minggu. 

"Kenapa disuruh di rumah? takutnya dalam masa itu tiba-tiba mungkin menjadi gejala. Tetapi sekarang ini kalau tidak ada gejala mau periksa, enggak akan ketahuan. Karena belum ada gejala. Nah itu yang harus dipahami. Bukan berati berobat ke dokter, dapat surat (negatif Covid-19), terus bisa aktif lagi, itu tidak bisa kami memberikan hal seperti itu," ucapnya.

Sponsored

RS Persahabatan menilai persoalan ini hanya sebuah kesalahpahaman belaka. "Masalah kemarin yang ada di RS Persahabatan, mungkin itu miss komunikasi. Saya mohon maaf, bukan kami tidak mau melayani, kami saat itu memang sedang rapat," pungkas Rita.

Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa klik link berikut https://www.alinea.id/air/covid-19

Berita Lainnya