sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Datangi DPR, Aliansi Borneo tegaskan Edy Mulyadi harus jalani hukuman adat

"Hukum positif silahkan berjalan tapi (hukum adat) untuk menebus secara moral kepada para leluhur kami," ujar Rahmat

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 27 Jan 2022 17:53 WIB
Datangi DPR, Aliansi Borneo tegaskan Edy Mulyadi harus jalani hukuman adat

Perwakilan masyarakat dayak yang tergabung dalam Aliansi Borneo Bersatu meminta agar Edy Mulyadi dapat dihukum secara adat, selain kasusnya ditangani Polri. Aliansi menilai, hukuman adat dapat menjadi pelajaran agar tidak terulang lagi ke depannya.

Hal itu disampaikan aliansi saat melakukan audiensi dengan Komisi III DPR si Senayan, Jakarta, Kamis (27/1).

"Itu adalah merupakan keharusan (hukum adat). Hukum positif silahkan berjalan tapi untuk menebus secara moral kepada para leluhur kami," ujar Rahmat kepada wartawan usai menghadiri audiensi dengan Komisi III DPR di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/1).

Menurut Rahmat, hukuman adat yang dijalankan Edy nantinya akan diatur oleh para hakim adat, dengan ketentuan-ketentuan yang sudah ada. "Apakah akan bayar denda, atau potong kerbau atau potong apa itu nanti semuanya akan diproses secara hukum adat dengan seadil-adilnya," ungkapnya.

Di sisi lain, Rahmat mengapresiasi Komisi III DPR yang telah berkomitmen untuk mengawal kasus Edy Mulyadi ini sampai tuntas. "Kami ucapkan terima kasih terhadap pimpinan komisi III beserta pimpinanya yang sudah tegas akan mengawal kasus ini," katanya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan memastikan akan melakukan pemeriksaan terhadap Edy Mulyadi terkait dugaan ujaran kebencian yang mengumpamakan Kalimantan TImur sebagai ‘tempat jin buang anak', pada Jumat (28/1). Menurut dia, EM bersedia diperiksa besok setelah penyidik menyerahkan langsung surat panggilan kepada yang bersangkutan.

Ramadhan menegaskan, proses penanganan perkara tersebut masih berjalan. Hingga saat ini, kata Ramadhan, sudah ada 38 saksi yang diperiksa polisi.

"Kami sampaikan proses penanganan perkara masih berjalan. Total keseluruhan sampai hari ini telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 30 orang saksi dan 8 saksi ahli. Jadi totalnya ada 38 orang saksi," pungkasnya.

Sponsored
Berita Lainnya