logo alinea.id logo alinea.id

Densus 88 bekuk 9 teroris, 7 di antaranya berpengalaman tempur

Terduga teroris yang dibekuk tersebut merupakan anggota JAD jaringan Jawa Tengah.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 15 Mei 2019 20:12 WIB
Densus 88 bekuk 9 teroris, 7 di antaranya berpengalaman tempur

Tim Detasemen Khusus atau Densus 88 menangkap sembilan terduga teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) wilayah Jawa Tengah. Dari sembilan orang yang dibekuk, tujuh di antaranya diketahui mempunyai pengalaman tempur.

“Dari Sembilan terduga teroris yang ditangkap, tujuh di antaranya memiliki pengalaman tempur lantaran pernah ke Suriah,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta pada Rabu, (15/5). 

Sementara dua orang sisanya, kata Dedi, hanya sebagai pengikut dan satu orang lainnya sebagai koordinator pelatihan. Adapun inisial kesembilan terduga teroris tersebut antara lain AH alias Memed (26), A alias David (24), IH alias Iskandar (27), AU alias Al (25), JM alias Jundi alias Dian (26), AM alias Farrel (26), AS alias Tatang, PT alias Dharma (45), dan JP.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan, untuk terduga teroris AM alias Farrel Densus 88 mendapatkan informasi jika yang bersangkutan telah melakukan perjalanan ke Suriah sebanyak dua kali. Ia bahkan sudah sempat dideportase, namun belum sempat dilakukan penahanan.

Menurut Dedi, sembilan terduga teroris tersebut merupakan kelompok terorisme yang lebih membahayakan dibandingkan JAD Lampung dan Bekasi yang sudah ditangkap Densus 88 lebih dulu.
Selain memiliki pengalaman bertempur dari Suriah, jaringan JAD wilayah Jawa Tengah ini juga memiliki keahlian dalam menggunakan senjata api.

Selain menangkap sembilan anggota JAD Jawa Tengah tersebut, Densus 88 Antiteror juga menyita sejumlah barang bukti berupa 2 telepon genggam, 2 kartu ATM, 2 flashdisk, 1 unit laptop, 1 unit hardisk, dan beberapa catatan pribadi.

Hingga saat ini, Dedi mengatakan, sembilan terduga teroris yang dibekuk itu masih menjalani pemeriksaan. Pihak Densus 88 masih menggali keterangan dari mereka untuk mengetahui sasaran yang akan dituju.

Tak hanya itu, Densus 88 Antiteror juga masih melakukan pengejaran terhadap anggota JAD Jawa Tengah yang melarikan diri. Pihak Densus 88 Antiteror mengaku sangat berhati-hati dalam menangkap terudga teroris Jawa Tengah ini karena memiliki militansi yang sangat kuat dengan pengalamannya yang pernah bertempur di Suriah.

Sponsored