sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dewas pecat pegawai KPK yang curi emas sitaan 1,9 kg

Menurut Ketua Dewas Tumpak Hatarongan Panggabean, emas itu sudah menjadi barang rampasan yang harus dilelang untuk negara.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Kamis, 08 Apr 2021 13:27 WIB
Dewas pecat pegawai KPK yang curi emas sitaan 1,9 kg
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK), memberhentikan tidak hormat IGAS. Dia merupakan pegawai lembaga antirasuah yang bertugas menyimpan, mengelola, dan mengamankan barang bukti pada Unit Kerja Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi).

IGAS didepak dari KPK karena terbukti mencuri emas batangan dalam perkara Yaya Purnomo. Menurut Ketua Dewas Tumpak Hatarongan Panggabean, emas itu sudah menjadi barang rampasan yang harus dilelang untuk negara.

"Oleh karena itu, majelis (etik) memutuskan bahwa yang bersangkutan perlu dijatuhi hukuman berat, yaitu memberhentikan yang bersangkutan dengan tidak hormat," ujar Tumpak saat jumpa pers, Jakarta, Kamis (8/4).

Tumpak menjelaskan, emas yang diambil IGAS beratnya sekitar 1,9 kilogram. Barang mewah itu digadaikan oleh yang bersangkutan sekitar Rp900 juta. Namun, emas yang digadai belum semuanya karena sisanya masih dia disimpan.

Sponsored

"Ini digadaikan oleh yang bersangkutan karena yang bersangkutan memerlukan sejumlah dana untuk pembayaran utang-utangnya. Cukup banyak utangnya karena yang bersangkutan ini terlibat di dalam suatu bisnis yang tidak jelas," ucapnya.

Tumpak menambahkan, IGAS dinyatakan melakukan pelanggaran kode etik tidak jujur dan menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi. Menurutnya, tindakan itu termasuk pelanggaran nilai-nilai integritas yang diatur dalam pedoman perilaku untuk insan KPK.

"Karena perbuatannya sedemikian rupa, menimbulkan dampak yang sangat merugikan, berpotensi terjadinya juga kerugian keuangan negara, dan sudah terjadi bahwa citra KPK sebagai orang kenal memiliki integritas yang tinggi, (kini) sudah ternodai oleh perbuatan yang bersangkutan ini," jelasnya.

Berita Lainnya