sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Dirut bantah korupsi Asabri, Mahfud: Saya sudah tahu angkanya

Mahfud memastikan akan mengawasi kasus dugaan korupsi Asabri.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Kamis, 16 Jan 2020 20:09 WIB
Dirut bantah korupsi Asabri, Mahfud: Saya sudah tahu angkanya

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menanggapi pernyataan Direktur Utama PT. Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero), Sonny Widjaja bahwa tidak ada korupsi di perusahaan asuransi pelat merah itu.

"Mana ada orang tidak membantah kalau ada kasus begitu. Tunjukkan ke saya apa ada orang mengalami kasus itu tidak membantah? Oleh sebab itu tunggu saja pemeriksaan polisi," kata Mahfud di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini meminta dugaan kasus korupsi Asabri tidak perlu ditanyakan lagi kepada dirinya, melainkan langsung kepada pihak kepolisian.

"Nanti tanya ke polisi saja. Saya sudah tahu angkanya (datanya). Tapi biar polisi nanti yang menangani. Memeriksa keanehan-keanehan itu. Kan itu yang terpenting," jelas dia.

Mahfud memastikan akan mengawasi kasus tersebut, termasuk memastikan semua pihak terkait akan dipanggil untuk mendalami dugaan korupsi Asabri.

Sekalipun modal Asabri masih tersisa, sambung Mahfud, polisi perlu melakukan penyelidikan karena selama 2018-2019 terjadi penurunan modal.

Sebelumnya, Dirut Asabri Sonny Widjaja membantah dugaan korupsi di perusahaan negara yang dipimpinnya. Dia juga mengaimbau nasabah Asabri tidak perlu khawatir dengan uang yang selama ini sudah disetorkan ke perusahaan asuransi pelat merah itu.

“Kepada seluruh peserta Asabri, baik prajurit TNI, anggota Polri dan seluruh ASN Kementerian Pertahanan dan Polri, saya tegaskan, saya menjamin bahwa uang kalian yang dikelola di Asabri aman, tidak hilang, dan tidak dikorupsi,” kata Sonny.

Sponsored

Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono mengungkapkan pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi Asabri.

Penyelidikan dilakukan bukan berdasarkan adanya laporan masyarakat, tetapi karena perkembangan dugaan adanya korupsi di Asabri.

"Kita sudah penyelidikan kasus," kata Argo di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan.

Berita Lainnya