sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dishub DKI tak khawatir pengguna angkutan umum naik karena gage

Banyak pengendara yang berpotensi beralih menggunakan angkutan umum karena aturan gage.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Selasa, 04 Agst 2020 10:10 WIB
Dishub DKI tak khawatir pengguna angkutan umum naik karena gage
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 392.934
Dirawat 61.851
Meninggal 13.411
Sembuh 317.672

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tak mempermasalahkan jika pengendara kendaraan pribadi beralih menggunakan angkutan umum karena penerapan aturan ganjil genap (gage).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengakui, banyak pengendara yang berpotensi beralih menggunakan angkutan umum karena aturan gage. Namun ia tak khawatir karena protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di kendaraan massal sudah diterapkan dengan baik.

"Justru warga lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan di angkutan umum," ujar Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8).

Syafrin menyebut di berbagai stasiun dan halte telah disediakan fasilitas kebersihan seperti wastafel, hand sanitizer, dan pengecek suhu. Selain itu ada juga petugas yang berjaga mengawasi penggunaan masker dan jaga jarak aman.

Sponsored

"Semuanya menggunakan masker. Semuanya berusaha menjaga jarak. Di halte Transjakarta itu sudah disiapkan tanda-tanda untuk jaga jarak. Semua halte disiapkan wastafel, paling tidak ada hand sanitizer," jelasnya.

Kebijakan gage pada dasarnya mengurangi mobilitas warga yang membuat mereka rawan akan penularan virus itu. Masyarakat yang seharusnya bekerja atau beraktifitas di rumah agar menaatinya.

"Bukan untuk memindahkan penumpang kendaraan pribadi ke angkutan umum, tetapi meminta warga yang mendapatkan jadwal kerja dari rumah (work from home) disiplin di rumah. Tidak melakukan kegiatan tidak penting," ujarnya.

Berita Lainnya