sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ditjen Hortikultura siap terapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Pelayanan harus bermutu demi kepuasan pelanggan, baik dari internal maupun eksternal.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Minggu, 11 Okt 2020 13:53 WIB
Ditjen Hortikultura siap terapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 563.680
Dirawat 80.023
Meninggal 17.479
Sembuh 466.178

Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) siap menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Hal tersebut, untuk meningkatkan pelayanan publik, khususnya menyangkut pendaftaran varietas, pemasukan ataupun pengeluaran benih, dan rekomendasi impor.

Sekaligus mengoptimalkan realisasi kebijakan dan mengakselerasi sektor pertanian. Sekretaris Ditjen Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari menyatakan, ini sesuai arahan Menteri Syahrul Yasin Limpo menginginkan, Kementan meningkatkan pelayanan publik agar sektor pertanian terus bertumbuh. Dengan begitu, kembali menjadi penopang pembangunan perekonomian nasional.

"Situasi pandemi saat ini, perekonomian dunia memburuk, termasuk Indonesia. Namun, kebutuhan pangan tetap harus terpenuhi. Sehingga, perlu akselerasi agar realisasi kebijakan dirasakan manfaatnya tanpa mengabaikan prosedur dan ketentuan," kata Retno dalam keteranganya, Sabtu (10/10).

Sementara itu, Kepala Seksi Fasilitasi Industri dan Organisasi Publik Badan Standardisasi Nasional (BSN), Tegar Ega Pragita menerangkan, instrumen penilaian kinerja unit pelayanan publik sesuai ISO 9001 diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 38 Tahun 2012.

Dalam pelaksanaannya, pelayanan harus bermutu demi kepuasan pelanggan, baik dari internal maupun eksternal. "Kami harus mengerti kebutuhan pelanggan saat ini dan yang akan datang, memenuhi persyaratan pelanggan, dan berupaya melebihi ekspektasi pelanggan," bebernya.

Di sisi lain, masyarakat berharap pelayanan publik mencakup 10 hal, seperti penampilan fisik, keandalan, daya tanggap, kompetensi, kesopanan, kredibilitas, keamanan, akses, komunikasi, dan memiliki pemahaman terhadap pelanggan.

Tegar mendorong, pemimpin instansi harus menetapkan visi misi, menyusun kebijakan dan tujuan, serta menciptakan dan memelihara lingkungan internal yang memungkinkan keterlibatan setiap orang untuk mencapai tujuan organisasi.

"Anggota di setiap tingkatan penting bagi organisasi karena mereka aset. Maka, harus dilibatkan secara penuh agar kemampuannya dikeluarkan maksimal untuk kepentingan organisasi," tegasnya.

Sponsored

Pernyataan senada disampaikan ahli standardisasi bidang pertanian, Sri Sulasmi. Dirinya menguraikan, ISO 9000 mensyaratkan mutu ditetapkan dan dikomunikasikan, personel yang terlibat terlatih dan memiliki prosedur sebagai acuan, proses produksi ditetapkan dan dikendalikan, memiliki target, sistem manajemen dipantau melalui audit internal, memiliki program tindakan koreksi dan pencegahan guna peningkatan berkelanjutan, serta menjaga catatan dan bukti objektif pemenuhan persyaratan standar.

"Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 sangat bermanfaat bagi organisasi karena memberikan jaminan produknya bermutu secara konsisten dan sesuai persyaratan-persyaratan internasional, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta sebagai market tool dan internal improvement," terangnya.

Adapun Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementan, Erizal Jamal, menerangkan, pihaknya bertugas melakukan pengelolaan perlindungan varietas tanaman serta pelayanan perizinan dan rekomendasi teknis pertanian. Sejauh ini memiliki puluhan jenis layanan, dari perlindungan, pendaftaran varietas, hingga perizinan.

"Kami telah melakukan transformasi dalam pelayanan publik melalui Padu Satu (Pelayanan Terpadu Satu Pintu). Kebijakan ini telah dijalankan sejak Mei 2018," ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan ahli standardisasi bidang pertanian, Sri Sulasmi. Dia menguraikan, ISO 9000 mensyaratkan mutu ditetapkan dan dikomunikasikan, personel yang terlibat terlatih dan memiliki prosedur sebagai acuan, proses produksi ditetapkan dan dikendalikan, memiliki target, sistem manajemen dipantau melalui audit internal.

Kemudian, memiliki program tindakan koreksi dan pencegahan guna peningkatan berkelanjutan, serta menjaga catatan dan bukti objektif pemenuhan persyaratan standar.

"Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 sangat bermanfaat bagi organisasi karena memberikan jaminan produknya bermutu secara konsisten dan sesuai persyaratan-persyaratan internasional, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta sebagai market tool dan internal improvement," terangnya.

Adapun, Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementan, Erizal Jamal mengaku, bertugas melakukan pengelolaan perlindungan varietas tanaman serta pelayanan perizinan dan rekomendasi teknis pertanian. 

Sejauh ini, memiliki puluhan jenis layanan, dari perlindungan, pendaftaran varietas, hingga perizinan. "Kami telah melakukan transformasi dalam pelayanan publik melalui Padu Satu (Pelayanan Terpadu Satu Pintu). Kebijakan ini telah dijalankan sejak Mei 2018," ujarnya.

Sebelumnya, ungkap dia, Kementan menerapkan Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Perizinan Pertanian (SIM PPP) dan pemohon diwajibkan mendatangi loket untuk menunjukkan dokumen asli. Sedangkan kini melalui Sistem Perizinan Pertanian Elektronik (Simpel) dengan mengadopsi teknologi yang mengizinkan pengguna jaringan mengakses sumber daya dalam jaringan dengan menggunakan satu akun (single sign on/SSO), pangkalan data pemohon terintegrasi, melalui satu situs web PVTPP, serta terkoneksi dengan data perizinan senasional berbasis teknologi informasi (online single submission/OSS).

Kebijakan tersebut selaras dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2018; mengantongi akreditasi ISO 9001:2008, ISO 9001:2015, dan ISO 37001:2016. Atas upayanya, PVTPP menyabet beberapa penghargaan, seperti prestasi layanan publik naik ke peringkat 4 dari sebelumnya 14, prestasi anti gratifikasi Terbaik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Peringkat IV Penilaian Kinerja Anggaran Satker Pagu Sedang Kementan, dan Predikat Kepatuhan SPP dari Ombudsman.

Geliat staycation pengusir penat

Geliat staycation pengusir penat

Jumat, 04 Des 2020 16:55 WIB
Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kamis, 03 Des 2020 16:21 WIB
Berita Lainnya

Begini penampakan vivo X60 Pro

Jumat, 04 Des 2020 16:43 WIB

Fanatisme Bisa Merusak Kemajemukan

Sabtu, 05 Des 2020 04:13 WIB