sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ditunda, ribuan jemaah tablig peserta Ijtima Dunia 2020 diisolasi di Gowa

Pemkab Gowa akan memfasilitasi pemulangan jemaah yang berasal dari sembilan negara dan 26 provinsi di Indonesia.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Kamis, 19 Mar 2020 10:05 WIB
Ditunda, ribuan jemaah tablig peserta Ijtima Dunia 2020 diisolasi di Gowa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 240687
Dirawat 56889
Meninggal 9448
Sembuh 174350

Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengisolasi ribuan peserta Ijtima Dunia 2020 Zona Asia di Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu. Pengisolasian dilakukan setelah pelaksanaan acara tersebut disepakati untuk ditunda. 

"Isolasi para peserta ini demi kebaikan bersama. Para tamu-tamu kita dari berbagai daerah dan negara juga mengerti langkah antisipasi ini dan bersedia diisolasi," kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (19/3). 

Dia menjelaskan, penundaan pertemuan umat muslim dunia zona Asia yang dijadwalkan berlangsung pada 19-22 Maret ini merupakan kesekatan panitia inti bersama Dewan Syuro Ijtima Zona Asia.

Adnan menyebut, Pemkab Gowa bersama Polres Gowa, Kodim 1409 Gowa, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Kementerian Agama, telah melakukan koordinasi intensif agar kegiatan tersebut ditangguhkan. Penundaan dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan coronavirus di Kabupaten Gowa.

"Pemkab Gowa juga sudah mengirim tim kesehatan untuk memeriksa dan melakukan penyemprotan disinfektan. Insya Allah kami lanjutkan lagi hari ini (Kamis)," katanya.

Menurut data dari Dinas Komunikasi dan Informasi, Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa, hingga Rabu (18/3) jumlah jemaah tablig yang telah berada di lokasi mencapai 8.694 orang. Mereka berasal dari 26 provinsi di Indonesia dan sembilan negara yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, Pakistan, India, Thailand, Timor Leste, Arab Saudi, Bangladesh dan Philipina.

Pemkab Gowa berencana memfasilitasi pemulangan mereka. Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni mengatakan, hari ini Pemkab Gowa akan melakukan rapat koordinasi terkait mekanisme pemulangan peserta ijtima.

"Kami baru akan rapatkan secara cepat yang melibatkan lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan dan kepolisian untuk pemulangan mereka," kata Arifuddin.

Sponsored

Menurutnya, Pemkab Gowa akan memaksimalkan armada kendaraan yang ada untuk digunakan dalam proses pemulangan tersebut. Pemkab juga akan segera mengosongkan lokasi acara agar tak dipenuhi banyak orang hingga berpotensi menularkan Covid-19.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas sebelumnya mengingatkan agar acara tersebut ditunda mengingat terjadinya pandemi Covid-19.

"MUI mengimbau kepada pihak yang bersangkutan untuk membatalkan dan atau menundanya sampai situasi benar-benar kondusif," kata Buya Anwar di Jakarta.

Menurutnya, dipaksakannya gelaran acara ini akan meningkatkan risiko penularan coronavirus. Hal ini lantaran banyaknya jumlah peserta akan membuat terjadinya desak-desakan dan kontak fisik. 

Dia pun mengingatkan pentingnya kaidah dar'ul mafasid muqoddam 'ala jalbil mashalih yang berarti pengutamaan untuk menghindari dan menjauhi kerusakan ketimbang menarik kemashlahatan.

"Tentu dalam hal ini harus benar-benar kita kedepankan agar bencana dan malapetaka tidak mengenai diri dan bangsa ini," katanya.

MUI, kata dia, telah mengeluarkan fatwa tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah Covid-19, agar umat dan masyarakat bisa terhindar dari bahaya yang akan ditimbulkan oleh virus tersebut.

"Dan itu pula sebabnya banyak organisasi dan lembaga yang semula akan menyelenggarakan muktamar dan atau diskusi serta seminar, membatalkan dan atau menundanya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," katanya. (Ant)

Berita Lainnya