sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemprov DKI jadwalkan pengerukan masif sungai dan saluran air di akhir tahun

“Akan kita lakukan pengerukan untuk persiapan beberapa tahun ke depan."

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Kamis, 27 Feb 2020 13:38 WIB
Pemprov DKI jadwalkan pengerukan masif sungai dan saluran air di akhir tahun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 123503
Dirawat 38539
Meninggal 5658
Sembuh 79306

Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pengerukan sungai, danau, dan saluran air, guna mengatasi banjir akhir-akhir ini terjadi. Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Saefullah mengatakan, pihaknya menjadwalkan kegiatan ini dilakukan pada akhir 2020 mendatang.

Kegiatan ini dinilai penting, sebab dalam dua bulan terakhir terjadi lima kali banjir di Ibu Kota. Teranyar, banjir kembali terjadi pada Selasa (25/2).

"Kita sudah dapatkan bahwa ke depan, pengerukan got-got saluran kecil, PHB kali besar, muara sungai, itu tidak bisa kita elakkan. Termasuk pengerukan embung-embung atau danau. Itu harus dilakukan secara masif di akhir 2020," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/2).

Menurut Saefullah pengerukan ini merupakan salah satu langkah paling jitu untuk mengatasi banjir dalam jangka panjang di Jakarta. Sebab menurut dia, salah satu pemicu meluapnya air dari penampungan ke pemukiman warga adalah karena faktor pendangkalan sungai. Dengan demikian, sungai dan saluran air tak dapat menampung tingginya volume air.

“Akan kita lakukan pengerukan untuk persiapan beberapa tahun ke depan," ujarnya.

Dengan adanya pendangkalan, lanjut Sekda, maka sedimen yang mengendap di dasar kali mesti dikeruk secara serius. Apalagi setelah banjir melanda. 

Ia mencontohkan, sedimen pada saluran air di Kampung Melayu mencapai 5 hingga 10 sentimeter (cm) usai kawasan ini terendam banjir. Jika dibiarkan dalam kondisi tersebut, banjir yang terjadi akan lebih besar saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan ini.

“Bagaimana kali yang dialiri 24 jam untuk kurun waktu mingguan, bulanan, tahunan. Bayangkan kalau tidak dilakukan pengerukan," kata Saefullah. 

Sponsored

Banjir pada Selasa (25/2) telah menyebabkan lebih dari 200 rukun warga atau RW terdampak banjir. Lokasi banjir terjadi di 114 titik yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. 

Jumlah tersebut terdiri dari 45 titik di Jakarta barat, 40 titik di Jakarta utara, 15 Jakarta Timur, dan masing-masing tujuh titik di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. 

Berita Lainnya