sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

DPR anggap strategi penanganan terorisme di Sulteng keliru

Pernyataan disampaikan Anggota Komisi III Fraksi NasDem, Ahmad M. Ali, saat fit and proper test calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 20 Jan 2021 16:23 WIB
DPR anggap strategi penanganan terorisme di Sulteng keliru
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Anggota Komisi III DPR, Ahmad M. Ali, menyoroti penanganan terorisme di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), oleh Polri. Menurutnya, startegi penanganan yang dilakukan salah lantaran tidak bisa menangkap 11 teroris.

"Puluhan tahun dilakukan pengejaran terhadap teroris sampai hari ini belum berhasil, artinya apa? Ada yang salah dalam penanganan itu," katanya dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri di Kompleks Parlemen, Jakarta, yang disiarkan secara virtual, Rabu (20/1). 

Politikus Partai NasDem ini berpendapat, perlu strategi baru untuk menangani teroris di Poso. Terlebih, aparat kepolisian gagap dalam menangani persolan tersebut lantaran Kapolri, Jenderal Idha Azis, menempatkan Kapolda Sulteng, Irjen Abdul Rakhman Baso, di Desa Tokorondo, Poso, sejak Desember 2020.

Ali berharap, Kapolda tidak lagi berkantor di Desa Tokorondo karena permasalahan kepolisian Sulteng itu tidak hanya di Poso.

"Harus ada pendekatan-pendekatan polisi jangan pernah berpikir, bahwa dia yang lebih tahu untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan Poso, tapi ada pendekatan-pendekatan lain yang dilakukan dan berani evaluasi," tegasnya.

Aksi teror di Sulawesi kembali mencuat seiring terjadinya tragedi berdarah yang menewaskan empat warga sipil di Kabupaten Sigi, 27 November 2020. Para korban merupakan satu keluarga dan tewas secara nahas usai dihabisi sekelompok orang yang diduga merupakan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Ahmad alias Ali Kalora.

Singkat cerita, Operasi Tinombala masih berlanjut meski sudah empat tahun gagal meringkus MIT. Setidaknya masih ada 11 buronan, termasuk Ali Kalora, yang menjadi pekerjaan rumah bagi satuan tugas (satgas) itu.

Polri pun telah memperpanjang masa kerja satgas dalam Operasi Tinombala hingga akhir tahun 2020. Ini dilakukan usai masa operasi berakhir pada 30 September lalu.

Sponsored

Terakhir, Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan anggotanya menembak mati anggota MIT jika melawan saat ditangkap. Instruksi tersebut merespons tindakan keji yang diduga dilakukan MIT terhadap satu keluarga di Sigi.

Berita Lainnya

Maksud Jokowi baik, ajak cinta produk lokal

Sabtu, 06 Mar 2021 15:13 WIB

Geez & Ann, cerita cinta remaja yang puitis

Minggu, 07 Mar 2021 18:34 WIB