sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penembakan di cafe Cengkareng, DPR minta psikologi personel Polri dievaluasi

Personel polisi menembak tiga orang di salah satu cafe di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, lantaran menolak membayar tagihan.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Jumat, 26 Feb 2021 08:54 WIB
Penembakan di cafe Cengkareng, DPR minta psikologi personel Polri dievaluasi

Polri diminta mengevaluasi psikologi personelnya. Permintaan itu dilayangkan agar penyalahgunaan senjata api, seperti kasus penembakan di salah satu kafe bilangan Cengkareng, Jakarta Barat, tidak terulang.

"Polri perlu menyusun langkah-langkah ketidakberulangan peristiwa serupa dengan membangun mekanisme evaluasi psikologi bagi para personelnya agar tidak terdapat penyalahgunaan senjata api seperti ini," kata Anggota Komisi III DPR, Taufik Basari, saat dihubungi Alinea, Jumat (26/2).

Tak hanya itu, politikus Partai NasDem tersebut juga meminta Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, melakukan pengawasan dan pembinaan ketat bagi jajarannya.

"Belajar dari peristiwa ini, saya meminta pihak Polri lebih mendisiplinkan anggotanya dengan melakukan pengawasan dan pembinaan yang ketat," terangnya.

Sponsored

Terlepas dari permintaan itu, Taufik mengapresiasi Polri yang sigap untuk mengambil tindakan terhadap pelaku penembakan. "Saya meminta segera proses dengan transparan."

Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Ferdy Sambo, sebelumnya memastikan anggota pelaku penembakan di kafe bilangan Cengkareng dijatuhi sanksi pemecatan tidak dengan hormat (PTDH). Pun memastikan proses pidana terhadap Bripda Cornelius Siahaan akan berjalan sesuai ketentuan.

"Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 Pasal 11, 12, 13 Bid Propam Polda Metro Jaya dan Div Propam Polri akan memproses PTDH kepada yang bersangkutan," katanya dalam keterangan resminya, Kamis (25/2).

Berita Lainnya