sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

DPR optimistis penelitian vaksin Nusantara berjalan baik

Kelanjutan pengembangan vaksin Nusantara menemui titik terang setelah adanya MoU antara BPOM, Kemenkes, dan TNI AD.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Selasa, 20 Apr 2021 15:58 WIB
DPR optimistis penelitian vaksin Nusantara berjalan baik

Kelanjutan pengembangan vaksin Nusantara akhirnya menemui titik terang melalui melalui nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) pada Senin (19/4).

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melkiades Laka Lena, menilai kesepakatan itu merupakan langkah maju pengembangan vaksin dalam negeri. Hasil riset sel dendritik tersebut diharapkan membuahkan hasil positif dalam menangani pandemi.

"Ini bisa menjadi salah satu kemungkinan penyelesaian Covid-19 di Tanah Air atau bahkan dunia apabila memang penelitian ini benar-benar terbukti seperti apa yang disampaikan oleh para peneliti," kata Melkiades kepada Alinea.id, Selasa (20/4).

Melki memastikan Komisi IX dan pimpinan DPR terus mendukung agar para peneliti vaksin Nusantara bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, menghasilkan produk kesehatan terbaik sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2016.

"Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada RSPAD, dan juga para peneliti dari RS Kariadi, Undip, Balitbangkes, juga peneliti dari Amerika Serikat yang sudah banyak membantu penelitian ini bisa menghasilkan penelitian yang baik dan membantu masyarakat mendapatkan vaksin yang baik," jelas dia.

Di sisi lain, Melki menilai, perdebatan tentang vaksin Nusantara sebagai bentuk kecintaan semua pihak kepada peneliti agar mendapatkan obat atau vaksin terbaik.

"Vaksin Nusantara telah menjadi pembuka atau semacam pendobrak agar kita semua bisa pahami bahwa produk dalam negeri bisa dipakai sehingga kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Bahkan, bisa menjadi solusi bagi negara-negara lain dan masyarakat di seluruh dunia," paparnya.

Ia berharap penelitian berbasis sel dendritik yang dikembangkan para peneliti vaksin Nusantara bisa terus mendapat tempat bagi seluruh rakyat di Tanah Air.

Sponsored

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin; Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa; dan Kepala BPOM, Penny K. Lukito; sebelumnya meneken MoU tentang penelitian berbasis pelayanan sel dendritik, metode yang dipakai dalam membuat vaksin Nusantara.

MoU itu menyebutkan, vaksin Nusantara, yang prosesnya berlanjut RSPAD Gatot Soebroto, merupakan penelitian berbasis sel dendritik untuk penanganan Covid-19. Kedua, penelitian memedomani kaidah sesuai ketentuan dan bersifat autologus.

Selain itu, penelitian tidak dapat dikomersialkan dan tak perlu persetujuan izin edar BPOM. Kemudian, riset tersebut bukan kelanjutan dari uji klinis adaptif fase I vaksin ataupun rangkaian uji klinis fase II vaksin Nusantara, melainkan sebatas penelitian tentang sel dendrintik sebagai basis vaksin.

Berita Lainnya